Pengendara di TTU Hanya Bisa Taat Rambu Lalulintas Saat Ada Petugas

Kebiasaan warga tidak mentaati aturan lalulintas terjadi dimana-mana. Ini yang terjadi di TTU

Pengendara di TTU Hanya Bisa Taat Rambu Lalulintas Saat Ada Petugas
Pos Kupang/Teni Jenahas
Meskin pun terlihat tanda larangan tetapi warga tetap saja menerobos 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sebagian besar pengendara kendaraan yang melintasi ruas jalan Kartini, Kefamenanu, Kabupaten TTU tidak mematuhi tanda larang yang sudah dipasang.

Pengendara masih saja melintas ke jalan yang sudah larangan. Mereka melintasi di jalan itu tanpa beban dan tidak peduli dengan kendaraan yang datang dari arah yang benar.

Pantuan Pos Kupang selama 30 menit di ruas Jalan Kartini, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Selasa (2/1/2018) terlihat banyak pengendara kendaraan masuk di jalur yang dilarang.

Padahal, rambu larangan sudah dipasang di pinggir jalan dan keberadaan rambu tersebut mudah dilihat. Tetapi pengendara masih saja masuk ke jalur yang sudah dilarang.

Rambu yang dipasang itu sebenarnya melarang kendaraan dari arah rumah jabatan bupati atau taman kota menuju ke arah BRI Kartini, Swalayan Jabal Mart hingga Toko Karya Bangunan. Semua kendaraan mestinya saat tiba di pertigaan tanda larang harus belok kanan ke arah Polres TTU dan belok kiri menuju tanah putih.

Para pengendara nampaknya tidak peduli dengan rambu yang dipasang itu sehingga mereka masuk ke jalur yang dilarang.

Rambu-rambu ini dipasang sejak dua pekan yang lalu di ruas jalan Kartini.

Kendaraan yang hendak ke pasar lama dan pertokoan sepanjang jalan kartini dilarang masuk dari arah BRI Kartini. Jalan ini hanya digunakan satu arah.

Polisi dan Dinas Perhubungan Kabupaten TTU sudah sering mensosialisasikan bahkan petugas menjaga di setiap titik yang dipasang tanda larang agar memberitahukan kepada pengendara.

Namun ketika petugas tidak lagi menjaga, pengendara tidak lagi mematuhi tanda larang. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help