Pabrik Garam Beryodium Belum Juga Berfungsi di Sumba Timur
Ini salah satu pabrik garam yang ternyata belum juga berfungsi di Kabupaten Sumba Timur
Penulis: Robert Ropo | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pabrik garam beryodium milik Pemerintah kabupaten Sumba Timur hingga kini pun belum difungsikan.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (2/1/2018) terlihat tidak ada aktivitas pabrik garam beryodium sama sekali di tempat pabrik garam yang berlokasi di kampung Watu Mbaka kelurahan setempat kecamatan Pandawai kabupaten Sumba Timur itu.
Terdapat bangunan dengan ukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 8 meter dimana bangunan tersebut untuk pengolahan pabrik garam tak ada isinya sama sekali, hanya terdapat lantai yang terbuat dari keramik berwarna putih kosong yang dipenuhi kotoran berupa debu tanah dan pada bagian atap dari bangunan itu sudah dipenuhi sarang laba-laba.
Bagunan itu tertutup rapat pintu yang terbuat dari besi plat, Pos Kupang hanya bisa pantau pada bagian dalam melalui kamera yang dimasukan di sela antara pintu dan lantai.
Di depan bangunan itu di dinding tembok bertuliskan "Pabrik Garam Beryodium', nampak tulisan itu pulah sudah sangat luntur bahkan sebagian huruf sudah hilang.
Di bagian selatan dari bangunan itu, terlihat juga sebuah bangunan permanen pula dengan ukuran panjang sekitar 8 meter dan lebar sekitar 6 meter.
Di bangunan ini, Pos Kupang tidak bisa memantau isi bagian dalam bangunan ini, sebab pintunya sangat tertutup rapat sehingga tidak bisa memasukan kamera di dalam bangunan itu untuk dipantau.
Pada bagian gerbang masuk terdapat sebuah papa nama juga beruliskan 'pabrik Garam Beryodium, Watu Mbaka-Sumba Timur'.
Di balik papan nama itu ada bangunan permanen dari semen yang diduga untuk menampung air, bangunan bak itu dengan ukuran sekitar 2 meter x 2 meter dan tinggi sekitar 2 meter.
Di dekat bak tersebut, ada juga sebuah bangunan, bangunan itu berukuran sekitar panjang 7 meter dan lebar sekitar 6 meter.
Di dalam bangunan itu tak ada isi dan ditumpukan sejumlah ban mobil, juga terdapat sejumlah pakian yang dijemur di dalam ruangan pada bangunan itu. (*)