Terkait Kasus E-KTP Yang Melibatkan Novanto, Ini Penjelasan KPK

Soal penerimaan 7,3 juta dollar AS yang melibatkan Novanto, KPK mengatakan akan membuktikannya di persidangan

Terkait Kasus E-KTP Yang Melibatkan Novanto, Ini Penjelasan KPK
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/12/2016). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah memastikan bahwa dakwaan terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto, yang disusun jaksa telah memenuhi semua unsur yang dibutuhkan dan sesuai hukum acara yang berlaku.

Hal itu dikatakan Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/12/2017) malam.

"Bahkan, nanti kami akan membuktikan juga terkait dugaan penerimaan 7,3 juta dollar AS. Kami akan jelaskan semua," kata Febri.

Akan tetapi, penjelasan soal dugaan penerimaan 7,3 juta dollar AS oleh Novanto itu tidak disampaikan KPK pada proses eksepsi (penyampaian nota keberatan).

"Itu sesinya bukan di eksepsi. Sesinya adalah di persidangan lebih lanjut," kata Febri.

Sementara itu, mengenai eksepsi yang disampaikan Novanto, menurut Febri, tidak tepat karena terlalu jauh bicara soal pokok perkara.

"Padahal, seharusnya eksepsi tidak bicara jauh soal pokok perkara," ujar Febri.

Sebelumnya, pengacara Setya Novanto merasa heran terhadap dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyebut kliennya itu menerima 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyek pengadaan e-KTP.

Menurut pengacara, nilai kerugian negara yang digunakan dalam surat dakwaan Novanto tidak berubah.

Nilainya sama dengan dua dakwaan sebelumnya, di mana jaksa belum mencantumkan jumlah uang yang diterima Novanto.

Halaman
12
Editor: Marsel Ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help