Berita Flores Lembata Alor

`Ranjau' Pasir di Jalan Anggrek Korbankan Belasan Peseda Motor

Seluruh badan jalan ditutup pasir bercampur tanah warna kekuningan, sehingga tak terlihat permukaan badan jalan dihotmix tahun 2016.

`Ranjau' Pasir di Jalan Anggrek Korbankan Belasan Peseda Motor
POS KUPANG/EGINIUS MO'A-
Pemandangan di ruas Jalan Anggrek di Kota Maumere,Pulau Flores, Jumat (29/12/2017) diprotes warga dan pengguna jalan karena pemeliharaan jalan menggunakan pasir telah mendatangkan kecelakaan dan debu. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Pemeliharaan ruas Jalan Anggrek di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Pulau Flores, dengan menyiram pasir bercambur debu ibarat memasang ranjau darat kepada pengendara sepeda motor.

Selama hari Kamis (28/12/2017) sekitar 15 pesepeda motor tergelincir ketika melintasi ruas jalan ini dari depan SMASK St. John Paul sampai di pertigaan depan dealer sepeda motor Raja Jaya. Tak hanya menimbulkan kendaraan terpeleset, debu berterbangan ke udara menyesakan hidung dan mulut.

Pantauan Pos-Kupang.Com, Jumat (29/12/2017) di ujung timur ruas jalan ini dipasang plang kuning. Seluruh badan jalan ditutup pasir bercampur tanah warna kekuningan, sehingga tak terlihat permukaan badan jalan dihotmix tahun 2016.

Semua peseda motor tampak hati-hati melintasi ruas jalan penuh debu ini. Mereka harus menutup hidung dan mulut dengan tangan bila tidak menggunakan masker.

Warga Jalan Anggrek, Buang da Cunha, protes dengan pemeliharaan ruas jalan di depan rumahnya menggunakan pasir. Hari Kamis, ia menyaksikan belasan peseda motor terpelanting di ruas jalan ini.

"Saya hitung sudah sekitar 15 orang pengendara jatuh ke jalan. Mereka ngebut terpeleset pasir lalu cium aspal. Proyek jalan ini bukan menambah kenyamanan malah datangkan masalah baru," kata Buang.

Buang mengakui teras rumah hingga ruang tamu penuh debu bertebangan ketika kendaraan lalu lalang atau ketika angin. Ia mendesak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka menghentikan pekerjaan.

"Mereka kerja proyek dapat untung, sengsaranya untuk pengguna jalan dan warga yang domisili di sisi jalan. Ini namanya proyek ciptakan masalah baru," kecam Buang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka,Tommi Lameng, mengatakan telah menghubungi pejabat pembuat komitmen (PPK) supaya menghubungi rekanan menghentikan pemeliharaan ruas jalan ini.

"Saya baru saja telphon dengan PPK, saya minta dihentikan pekerjaan sekarang juga. Banyak sekali keluhan masyarakat pengguna jalan. Jalan debu dan banyak pengendara dilaporkan jatuh ketika melintas," kata Tommy, menghubungi pos-kupang.com, Jumat (29/12/2017) di Maumere.(*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help