Polres Ende Musnahkan 5000 Liter Miras Hasil Operasi Penertiban

Ini penjelasan Kapolres Ende terkait dengan operasi miras yang terjadi di wilayah itu

Polres Ende Musnahkan 5000 Liter Miras Hasil Operasi Penertiban
Pos Kupang/Romualdus Pius
Pemusnahan Miras di Kota Ende

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Selama kurun waktu 2017 Polres Ende telah memusnahkan 5.000 liter minuman keras (miras) yang disita polisi dari para penjual miras ilegal yang ada di dalam wilayah hukum Polres Ende.

Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Kamis (28/12/2017) ketika dikonfirmasi tentang keberadaan miras yang disita polisi selama tahun 2017.

Kapolres Ardiyan mengatakan, berdasarkan hasil analisa kepolisian ditemukan fakta bahwa 90 persen kasus kriminal yang ada di Kabupaten Ende pada umumnya dikarenakan miras.

Oleh karena itu, untuk mengurangi angka kriminal maka polisi melakukan tindakan dengan menyita aneka miras yang beredar dalam wilayah Kabupaten Ende.

Miras tersebut, kata Kapolres Ardiyan, selanjutnya dimusnahkan agar miras tidak lagi diedarkan di masyarakat.

Pelaksanaan pemusnahan miras biasanya dilakukan polisi bertetapan menjelang hari raya keagamaan seperti Natal dan juga Lebaran.

"Baru-baru ini menjelang Natal polisi telah memusnahkan 1.500 liter miras yang merupakan hasil operasi penyakit masyarakat. Kalau secara keseluruhan tercatat setidaknya ada 5000 liter miras yang telah dimusnahkan selama tahun 2017,"kata Kapolres Ardiyan.

Terkait dengan keberadaan miras, Kapolres Ardiyan, meminta kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam mengkosumsi miras dalam arti dilakukan tidak berlebihan karena apabila dikosumsi secara berlebihan maka akan menimbulkan kasus-kasus kriminal seperti perkelahian bahkan pembunuhan.

"Terkadang ada orang yang sebelumnya bersahabat tiba-tiba berkelahi dan menjadi musuh hanya karena mengkosumsi miras,"kata Kapolres Ardiyan.

Kapolres Ardiyan mengatakan, pihaknya tidak melarang warga mengkosumsi miras apalagi dalam urusan adat namun demikian hendaknya dalam jumlah yang terbatas serta dilakukan pada acara adat.

"Yang kita cegah adalah adanya perilaku mengkosumsi miras di jalan atau rumah tanpa ada urusan adat karena terkadang perilaku tersebut bisa menimbulkan tindakan kriminal meskipun terkadang berlebel persahatan,"kata Kapolres Ardiyan. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help