DPRD Minta Pemkab TTU Realisasi Program Bedah Rumah

DPRD Kabupaten TTU minta pemerintah kabupaten setempat agar segera merealisasikan program ini

DPRD Minta Pemkab TTU Realisasi Program Bedah Rumah
Pos Kupang/Teni Jenahas
Sidang paripurna penetapan APBD Kabupaten TTU, Kamis (28/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Program beda rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten TTU merupakan program prioritas pemerintah di masa kepemimpinan Bupati Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes.

Program ini sudah direncanakan sejak tahun 2015 namun sampai di penghujung tahun 2017 porgram ini belum dilaksanakan.

Hal ini membuat anggota DPRD angkat bicara saat rapat paripurna penetapan APBD tahun 2018, di Gedung DPRD, Kamis (28/12/2017).

Anggota DPRD TTU, Theodorus Tahoni meminta pemerintah agar lebih serius melaksanakan program bedah rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

"Pak bupati, kami minta agar program bedah rumah layak huni bisa dilaksanakan tahun 2018 karena program ini sudah direncanakan sejak tahun 2015,2016 dan 2017, tetapi belum dilaksanakan," kata Theodorus.

Anggota fraksi PKB ini mengatakan, program beda rumah layak huni merupakan program prioritas pemerintah yang sudah disampaikan kepada masyarakat di setiap momen.

Namun pemerintah belum melaksanakan. Padahal DPRD sudah menyetujui anggaran untuk program ini.

Theodorus meminta pemerintah dalam hal ini dinas teknis agar segera menyiapkan pedoman umum (pedum) dan petunjuk teknis (juknis).

Sebab, kendala utama program ini belum dijalankan karena pedum dan juknis belum disiapkan secara baik.

Diberitakan Pos Kupang, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU, Isodorus Falo melalui sekretarisnya, Theodorus Kolo mengatakan, dinas sedang mempersiapkan petunjuk teknis dan panduan teknis serta rancangan peraturan bupati.

Program ini sudah pasti berjalan tahun 2018 dengan total dana untuk program ini sebesar Rp 60,9 M dan target rumah yang dikerjakan sebanyak 3.529 unit.

Sesuai data dalam RPJM Kabupaten TTU jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 30.046 rumah.

Menurut Kolo, hasil pendataan staf dinas, hampir 90 persen rumah warga penerima manfaat adalah kategori peningkatan kualitas.

Program bedah rumah layak huni ini dibagi dalam tiga kategori, rumah rusak berat atau tidak memiliki rumah dibantu Rp 25 juta, rumah rusak sedang dibantu Rp 17.500.000 dan rusak ringan dibantu Rp 10 juta. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved