Berita Flores Lembata Alor

Lapas Ende Tampung Dua Napi Teroris

Pelaksanaan pembinaan dilakukan oleh tim khusus dari Badan Nasional Pembinaan Teroriris (BNPT) bukan oleh petugas Lapas Ende.

Lapas Ende Tampung Dua Napi Teroris
Politic365
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romoaldus Pius

POS-KUPANG.COM|ENDE--Lapas Ende saat ini menampung dua orang Napi teroris atas nama,Arif yang merupakan napi titipan dari Lapas Poso dan Gito napi titipan asal Jogyakarta.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Ende, Antonius H Jawa Gili, Amd, Ip, SH mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Kamis (28/12/2017) ketika dikonfirmasi tentang keberadaan Napi yang ditahan di Lapas Ende.

Antonius mengatakan bahwa berbeda dengan Lapas lain terutama yang ada di Pulau Jawa yang banyak menampung banyak Napi teroris maka Lapas Ende hanya menampung dua orang Napi teroriris dan itupun merupakan napi titipan dari Lapas lain.

Antonius mengatakan berbeda dengan Napi lainnya kedua Napi tersebut pola pembinaan dilakukan dengan cara yang berbeda karena keduanya memiliki ideologi yang berbeda dengan kebanyakan para Napi.

Pelaksanaan pembinaan dilakukan oleh tim khusus dari Badan Nasional Pembinaan Teroriris (BNPT) bukan oleh petugas Lapas Ende.

Petugas Lapas Ende hanya berkewajiban melakukan pengawasan terhadap kedua napi tersebut.

Dikatakan meskipun berstatus sebagai Napi teroris namun sejauh ini kedua napi tampak bisa bersosialisasi dengan napi lainnya hal ini tampak dalam kebersamaan mereka dalam hal ibadah ataupun pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pihak Lapas Ende.

Kedua Napi ujar Antonius menjalani masa hukuman yang berbeda masing-masing Arif yang merupakan Napi titipan asal Poso dihukum selama 6 tahun penjara sedangkan Gito yang merupakan Napi titipan asal Lapas Jogya dihukum selama 4 tahun.

Menurut Antonius, pemindahan kedua Lapas baik dari Jogya ataupun Poso dimaksudkan agar kedua Napi lebih mendapatkan pembinaan yang lebih intesif saat berada di Lapas Ende.

"Pelaksanaan pembinaan kepada Napi teroriris tentu berbeda dengan Napi tindakan kriminal lainnya karena Napi teroriris yang perlu dirubah adalah ideologi mereka yang bertentangan dengan Pancasila juga UUD Dasar 1945,"kata Antonius.

Antonius berharap setelah mendapatkan pembinaan di Lapas Ende kedua Napi akan semakin baik sehingga dengan demikian ketika sudah bebas nanti keduanya bisa menjadi warga negara Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme juga berjiwa Pancasila.

Menurut Antonius selama menjalani pembinaan di Lapas Ende kedua Napi bisa berbaur dengan Napi lainnya. Hal tersebut merupakan hal yang positif karena dengan demikian keduanya mulai menunjukan adanya perubahan dalam diri mereka untuk menjadi warga negara yang baik.

"Biasanya kalau di Lapas yang besar para napi teroris hanya berbaur dengan mereka yang sesama berstatus teroris namun untuk di Ende kami biasakan mereka untuk bergaul dengan warga binaan lainnya agar mereka bisa bersosialisasi namun demikian mereka tetap dalam pengawasan ketat oleh pihak Lapas,"kata Antonius. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved