Iluminasi Operasi Lilin dan Kristus Kosmis, Begini Maksudnya

Tetapi bagi saya, mereka melaksanakan panggilan Ilahi sebagai agen Allah Yang Mahatinggi untuk turut memuliakan

Iluminasi Operasi Lilin dan Kristus Kosmis, Begini Maksudnya
Pos Kupang/Eflin Rote
Kepala Kepolisian Daerah, Irjen Pol Agung Sabar Santoso menyematkan pita secara simbolis kepada anggota yang akan melaksanakan Operasi Lilin Turangga 2017 

Oleh Dr. Watu Yohanes Vianey, M.Hum
Dosen Unwira Kupang

POS KUPANG.COM - Desember identik dengan "Operasi Lilin" yang dilakukan secara bertanggung jawab oleh Polri di seluruh Nusantara. Dalam dan melalui "Operasi Lilin", Polri secara nyata bukan hanya melaksanakan panggilan tugas kepolisiannya.

Tetapi bagi saya, mereka melaksanakan panggilan Ilahi sebagai agen Allah Yang Mahatinggi untuk turut memuliakan Anak Allah Yang Mahatinggi, yaitu Yesus Kristus (Luk 1:32). Karena itu Operasi Lilin adalah sebuah iluminasi.

Iluminasi dari kata "iluminatio" yang artinya 'cahaya'. Sinonim dengan kata "lumen". Pujangga Gereja seperti St. Agustinus dan St. Thomas Aquinas mengangkat konsep ini untuk menjelaskan misteri kecerdasan dan kebijaksanaan manusia yang mencari dan menemukan kebenaran yang sumbernya dari Cahaya Ilahi ("Lumen Dei). Lumen Dei itu dalam tradisi Katolik hadir dalam simbol suci "cahaya lilin".

Oleh karena itu sumber putusan yang benar yang dilakukan Polri selama ini untuk melakukan Operasi Lilin adalah putusan dan kegiatan strategis yang berdasarkan lumen dari inteligensi Ilahi, berupa iluminasi yang terdapat dalam potensi kecerdasan dan kebijaksanaan unsur rohaninya.

Dengan kata lain manusia (Polri) dapat mencapai kebenaran yang sejati jika manusia dan komunitasnya terbuka untuk berpartisipasi pada intelegensi Yang Ilahi itu. Adi iluminasilah yang menyanggupkan manusia (termasuk Polri) untuk mengenal dan rancang bangun realitas secara objektif dan beradab.

Misteri iluminasi ini akan mudah dipahami jika kita memahami pandangan Agustinus tentang hubungan manusia, alam dunia dan Yang Ilahi.

Bagi Agustinus alam dunia adalah vestigia Dei (`jejak Allah') dan manusia adalah vestigium Dei yang istimewa, sehingga ia disebut imago Dei (`citra Allah').

Dalam dan melalui kedua misteri itu manusia dapat mengenal Tuhan dan sesama dengan aneka tatangan dan peluang kehidupan beradab. Manusia dapat melakukan tugas dan tanggung jawab dipercayakan kepada mereka.

Dalam bahasa doa, kiranya kita bersama Agustiunus boleh berseru penuh iman: Deus meus superior summo meo; et interior intimo meo.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help