Pimpin Misa Natal Romo Blas Kleden Soroti Masalah Sampah di Lewoleba

Romo Blas mengatakan, pada hakikatnya, manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tak dapat dilepaspisahkan.

Pimpin Misa Natal Romo Blas Kleden Soroti Masalah Sampah di Lewoleba
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Para siswa sedang membersihkan kota Lewoleba dengan menyapu sampah yang menumpuk di sisi jalan, Jumat (12/8/2016). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pastor Paroki Sta. Maria Benneux Lewoleba, Romo Blas Kleden, Pr menyoroti kerusakan alam di Kabupaten Lembata gara-gara ulah masyarakat.

Romo Blas menyampaikan hal ini saat memimpin misa Natal di gereja Sta. Maria Banneux, Senin (25/12/2017).

"Tugas kita semua sekarang ini, adalah menjaga ibu bumi, merawat, memelihara dan melestarikan lingkungan. Kita harus selalu menanam anakan tanaman sambil menata lingkungan di rumah masing-masing. Jangan buang sampah sembarangan, karena hal itu akan menimbulkan dampak terhadap yang lain," ujarnya.

Saat menyampaikan khotbahnya, Romo Blas mengatakan, pada hakikatnya, manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tak dapat dilepaspisahkan.

Manusia senantiasa bergantung pada alam. Karena alamlah yang menghidupi manusia.

Lantaran bergantung pada alam, lanjut Romo Blas, maka manusia sejatinya harus secara sadar dan bertanggungjawab untuk melestarikan lingkungan alam. Alam harus dijaga, dirawat dan dipelihara.

Alam tidak boleh disakiti dengan ulah yang kontraproduktif. Jangan menebang pohon sesuka hati.

Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Jangan membakar hutan kapan pun dan di mana pun.

Yang harus dilakukan oleh umat manusia, khususnya di Kabupaten Lembata sekarang ini, adalah tanam, tanam dan tanam.

Halaman
12
Penulis: Frans Krowin
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved