Ini Makna Merayakan Natal yang Sesungguhnya

Natal merupakan hari yang selalu dinantikan. Secara liturgis, umat kristiani diberi waktu khusus kurang lebih sebulan

Ini Makna Merayakan Natal yang Sesungguhnya
ilustrasi

Meskipun secara historis peristiwa Natal sudah terjadi lebih dari 2000 tahun lalu, pesan Natal tetap aktual sampai sekarang. Allah masih terus berkarya demi menyelamatkan manusia, melalui gereja dan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Allah menghendaki agar seluruh umat manusia memperoleh keselamatan kekal.

Allah tidak bekerja sendirian. Ia memanggil umat manusia atau orang-orang yag percaya kepadaNya untuk turut menyelamatkan sesamanya, terutama yang miskin dan menderita, baik secara fisik maupun secara mental.

Karena itu, umat kristiani tidak cukup dengan melaksanakan perayaan gegap gempita Natal di gereja. Melalui Natal umat kristiani juga diberi tugas untuk menolong sesamanya agar boleh menikmati damai sejahtera, lahir dan batin.

Natal bukan saat untuk merayakan egoisme. Natal adalah momen solidaritas di mana kita dipanggil untuk peduli terhadap sesama. Natal tidak cukup dengan menyampaikan ucapan-ucapan manis kepada sesama. Natal menuntut keterlibatan.

Natal bukan kesempatan untuk berpesta pora, melainkan saat untuk meninggalkan kesenangan pribadi, berbagi dengan sesama di sekitar kita, terutama yang miskin dan menderita.

Selamat merayakan Natal 2017. Semoga Natal tahun benar-benar membawa damai sejahtera dalam hati kita semua dan boleh menyambut tahun baru 2018 dengan penuh sukacita. Salam Damai Natal.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help