Ajakan untuk Hidup Dalam Damai

Masa Adventus sebagai kesempatan membuka pintu hati untuk kehadiran Tuhan yang membebaskan. Adventus menjadi

Ajakan untuk Hidup Dalam Damai
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
ilustrasi 

Oleh: RD Stephanus Turibius Rahmat
Rohaniwan Keuskupan Ruteng, Flores

POS KUPANG.COM -- Umat Kristiani mempersiapkan diri menyongsong peristiwa inkarnasi Allah atau kelahiran Tuhan Yesus selama empat minggu.

Selama masa ini, umat Kristiani masuk dalam suasana adventus atau penantian kelahiran Tuhan Yesus, Raja Damai.

Masa Adventus sebagai kesempatan membuka pintu hati untuk kehadiran Tuhan yang membebaskan. Adventus menjadi momen introspeksi untuk berbenah diri supaya mampu berpikir, berbicara, bertindak, dan berperilaku yang benar dan baik.

Bahasa-bahasa yang cenderung merusak (destruktif) harmonisasi kehidupan bersama ditinggalkan dan berusaha untuk menggunakan bahasa-bahasa kontruktif yang berdaya menyejukkan dan membebaskan.

Penantian umat Kristiani berpuncak pada peristiwa kelahiran Yesus pada malam Natal. Kerinduan hati umat Kristiani untuk mengalami dan merasakan kehadiran Sang Raja Damai terpenuhi sudah pada malam penuh suka cita kelahiran Yesus.

Kelahiran Yesus membuktikan bahwa Allah yang tidak kelihatan dan penuh misteri menjadi kelihatan dan tinggal beserta manusia.

Allah yang dirasakan manusia sebagai sesuatu yang dasyat, sangat berkuasa, tak terhampiri, kudus, luar biasa keagunganNya dialami sebagai pribadi yang baik, penuh kasih, peduli, menyenangkan, menentramkan dan menakjubkan.

Tuhan sebagai pribadi yang menggetarkan atau mendasyasatkan (Mysterium Tremendum) sekaligus menggemarkan atau mengasyikkan (Mysterium Fascinosum). Manusia merasa damai, tentram, dan bahagia ketika mengalami kehadiran Allah yang membawa damai dan sukacita seperti itu.

Dalam konteks inilah, maka peristiwa kelahiran Yesus selalu identik dengan kelahiran damai, bahagia dan sukacita bagi manusia. Kelahiran Yesus meruntuhkan tembok pemisah antarmanusia karena perbedaan.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help