Pengawasan Ketat Terhadap Imigran Ilegal yang Masuk ke NTT

Banyaknya imigran ilegal yang masuk ke wilayah NTT memang bisa dimengerti. Selain berbatasan langsung dengan

Pengawasan Ketat Terhadap Imigran Ilegal yang Masuk ke NTT
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Para imigran yang berasal dari Vietnam diamankan personel Dit Pol Air Polda NTT, Kamis (26/10/2017) malam. 

POS KUPANG.COM -- Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang merilis banyaknya imigran gelap yang masuk ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ditampung di tempat tersebut. Saat ini Rudenim Kupang menampung 354 orang imigran.

Banyaknya imigran ilegal yang masuk ke wilayah NTT memang bisa dimengerti. Selain berbatasan langsung dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia, Provinsi NTT merupakan wilayah terbuka yang kapan saja bisa dimasuki para imigran dari berbagai negara. Para imigran gelap atau ilegal bisa masuk ke wilayah NTT melalui jalur darat, laut maupun udara.

Masuknya imigran ilegal ke Provinsi NTT jelas merugikan daerah ini. Tak hanya secara ekonomi karena mereka tentu tidak banyak mengeluarkan uangnya untuk dibelanjakan di daerah ini, tapi juga secara sosial.

Mereka datang dengan budaya mereka yang tentu tidak selalu cocok dengan budaya kita, datang dengan membawa berbagai pengaruh, termasuk mungkin membawa aneka penyakit.

Apabila tidak diantisipasi dengan baik maka berbagai pengaruh tersebut dapat menimbulkan akibat buruk bagi perkembangan generasi muda Indonesia, dan khususnya NTT. Lalu bagaimana sikap kita terhadap para imigran ilegal ini?

Apa yang terjadi di Provinsi NTT saat ini mungkin juga terjadi di negara lain, bahkan di negara asal para imigran ilegal yang ada di NTT ini. Warga NTT bahkan Indonesia juga mungkin banyak yang datang ke sana secara ilegal. Nasib mereka mungkin sama dengan imigram yang ada di NTT saat ini.

Bertolak dari pemikiran tersebut, sikap kita terutama pemerintah Indonesia maupun NTT harus tetap menangani para imigran tersebut secara baik dan ramah. Hindari perlakuan kasar terhadap para imigran ilegal, tapi secepatnya mendeportasikan mereka ke negara asalnya. Karena pelayanan terhadap para imigran ini taruhannya negara.

Berlaku kasar atau salah sedikit saja maka nama negaralah yang dipertaruhkan. Jika demikian, sudah tentu akan ada dampak ikutannya.

Para imigran ilegal asal Indonesia dan mungkin juga asal NTT yang berada di negara lain bisa diperlakukan kasar oleh pemerintah di negara imigran ilegal itu berada. Kondisi ini bukan tidak mungkin melebar hingga membentuk disharmoni hubungan antarnegara.

Selain menangani imigran yang ditangkap secara baik, pemerintah melalui aparat keamanan terkait juga harus memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk yang memungkinkan para imigran ilegal masuk, baik pintu darat, laut maupun udara.

Perketat pengawasan dan pengamanan di setiap pintu masuk ini merupakan pilihan tepat untuk memperkecil peluang masuknya imigran ilegal ke Provinsi NTT. Dengan demikian, jumlah imigran ilegal yang masuk ke wilayah NTT pun bisa ditekan. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help