PosKupang/

FESTIVAL TANJUNG BENDERA

Menikmati Surga Tersembunyi Manggarai Timur (2)

GUNUNG Inerie berdiri anggun di sisi timur Pantai Mbolata. Dari balik gunung yang menjulang itu matahari perlahan mulai menyinari pantai

Menikmati Surga Tersembunyi Manggarai Timur (2)
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Tari-tarian tradisional untuk menyambut tamu dalam Festival Tanjung Bendera di Padang Mau Sui, Jumat (15/12/2017). 

Masih di Padang Mau Sui, Galus mengisahkan tempat itu dulu pernah hidup hewan liar seperti rusa, kuda liar, kerbau dan lainnya.

GUNUNG Inerie berdiri anggun di sisi timur Pantai Mbolata. Dari balik gunung yang menjulang itu matahari perlahan mulai menyinari pantai berpasir putih. Para nelayan yang mencari ikan sejak malam sibuk dengan pukat dan jala mereka. Burung camar pun ramai berlomba dengan para nelayan dalam memburu ikan di pantai laut selatan Pulau Flores itu.

Pantai Mbolata berada di Mau Sui, Kelurahan Watu Neggene-Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Keindahan Mbolata belum dikenal luas, namun pesonanya memanjakan setiap pengunjung.

Pantai landai berpasir dan masih bersih sangat pas untuk bersantai, apalagi ombaknya tidak terlalu besar. Bagus bagi mereka yang suka berendam air laut.
Di pantai Mbolata sudah tersedia penginapan.

Baca: Ajang Pembuktian Ksatria Manggarai Timur (1)

Dari pantai ini kita juga bisa melihat dengan jelas Tanjung Bendera dengan Padang Mau Sui yang berwarna keemasan. Padang rumput di Mau Sui menjadi favorit para wisatawan yang ingin berkuda.

Di balik keindahannya, Padang Mau Sui menyimpan kisah kesatria suku-suku di Manggarai Timur saat melawan ekspansi kerajaan Bima. Padang Mau Sui pula menjadi saksi heroik pria Manggarai Timur.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Manggarai Timur, Galus Ganggas mengatakan pada masa lalu Padang Mau Sui di Tanjung Bendera merupakan ajang pertempuran antara bala tentara Kerajaan Bima melawan gabungan suku-suku atau etnis di Manggarai Timur. Dalam pertempuran itu, rakyat di Manggarai Timur berhasil mengalahkan pasukan dari Kerajaan Bima.Sebagai tanda kemenangan, warga memasang bendera di tanjung tersebut. "Bendera inilah yang dikenang sehingga tempat itu diberi nama Tanjung Bendera," jelas Galus.

Masih di Padang Mau Sui, Galus mengisahkan tempat itu dulunya pernah hidup hewan liar seperti rusa, kuda liar, kerbau liar dan lainnya. Dan, hewan-hewan liar di tempat itu diburu masyarakat setempat menggunakan kuda dan anjing.

Selain memiliki kisah heroik masa lalu, Padang Mau Sui yang eksotis juga menyimpan keindahan. Ibarat surga yang tersembunyi, dari padang ini jelas kita bisa melihat bentangan luas laut Sawu yang dilatarbelakangi gunung yang menjulang tinggi di sisi utara.

Halaman
12
Penulis: alfred_dama
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help