Membaca Kisah Natal di Tahun Politik

Sebaliknya, justru dilihat sebagai kesempatan bagi orang-orang kristiani untuk mengaso sejenak dari kesibukan politik

Membaca Kisah Natal di Tahun Politik
ilustrasi

Oleh: Rm. Herman Punda Panda, Pr
Praeses Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang

POS KUPANG.COM - Natal tahun ini dirayakan menjelang tahun politik 2018. Adakah hubungan antara Natal dan politik? Biasanya Natal tidak dikait-kaitkan dengan politik.

Sebaliknya, justru dilihat sebagai kesempatan bagi orang-orang kristiani untuk mengaso sejenak dari kesibukan politik, ekonomi dan dunia kerja.

Orang menggunakan waktu untuk bersama keluarga dan sahabat, merayakan ibadah dan kadang-kadang dengan kegiatan sosial karitatif. Cara merayakan Natal seperti di atas bisa dipahami dan bahkan bisa dikatakan terpuji.

Akan tetapi, dalam Natalan bersama dari paguyuban orang-orang sedaerah asal, seinstansi, kerabat kerja dan lain-lain pasti banyak terjadi obrolan politik dalam situasi non-formal.

Hal ini pun wajar. Yang perlu dihindari adalah politisasi perayaan Natal untuk tujuan tertentu. Maka jawaban untuk pertanyaan di atas (adakah hubungan Natal dan politik?), bisa dua aspek.

Pertama, bila cenderung kepada politisasi atau instrumentalisasi Natal, maka jawabannya tidak. Tetapi bila Natal dilihat sebagai momen berefleksi tentang situasi sosial-politik kita untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, maka hal ini malahan dianjurkan.

Memang jarang orang berpikir tentang dimensi politik Natal dalam arti kesempatan untuk merefleksikan keterlibatan kita dalam perjuangan melawan ketidak-adilan dan penindasan dalam dunia. Untuk itu mari kita simak beberapa kisah Natal dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Dimensi Politik Kisah-Kisah Natal

Kisah-kisah Natal yang disajikan dalam Perjanjian Baru sama sekali tidak terlepas dari politik. Tema politik secara implisit telah terdapat dalam silsilah Yesus pada permulaan Injil Matius, dengan menyebut sejumlah leluhur Yesus dari tokoh-tokoh politik masa lampau. Bahkan pemasukkan empat perempuan non-Yahudi dalam deretan leluhur Yesus, mempunyai pesan tersendiri.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help