Dinas Pertanian Lakukan Pengendalian Hama Ulat Grayak di Alkani, Kabupaten Malaka

selama dua minggu terakhir lahan perkebunan jagung masyarakat diserang hama ulat grayak yang memakan daun tanaman jagung.

Dinas Pertanian Lakukan Pengendalian Hama Ulat Grayak di Alkani, Kabupaten Malaka
POS KUPANG/DION KOTA
Petugas bidang pertanian sedang menyemprotkan insektisida di lahan jagung milik warga Alkani yang diserang hama ulat grayak. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | BETUN ‎– Kamis (21/12/2017) petugas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka turun ke Desa Alkani, Kecamatan Wewiku untuk melakukan pengendalian hama ulat grayak dengan menyemprotan insektisida.

Pasalnya selama dua minggu terakhir lahan perkebunan jagung masyarakat diserang hama ulat grayak yang memakan daun tanaman jagung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak mengatakan, berdasarkan data yang diambil petugas bidang pertanian luasan lahan yang diserang hama ulat grayak sekitar 2,5 Ha.

Setelah diambil data luasan lahan dan mengetahui jenis hama yang menyerang, petugas bidang pertanian langsung melakukan pengendalian hama untuk membasmi hama ulat grayak sehingga serangan hama tidak meluas.

"Petugas kita hari ini sudah turun ke lapangan untuk menyemprotkan insektisida guna mengendalikan hama ulat grayak tersebut. Kita berharap usai disemprot dengan insektisida hama ulat grayak bisa mati sehingga tanaman jagung bisa tumbuh dengan baik," ungkap Yustinus.

Agar tanaman jagung tidak diserang hama ulat, lanjut Yustinus, ada beberapa langkah yang harus dilakukan para petani.

Pertama, kebun harus dibersihkan sehingga inang hama ulat tidak bersarang.

Kedua, lahan yang sudah diolah harus dibiarkan terkena sinar matahari selama dua minggu sebelum ditanami dengan maksud agar telur atau kepompong yang ada bisa mati.

Ketiga, semprot lahan pertanian dengan insektisida diazion 10 g, baycard, dharmabas atau insektisida lain yang dianjurkan.

"Kita sarankan agar lahan yang sudah ditanami harus dibersihkan agar tidak menjadi inang ulat grayak. Oleh sebab itu, para pemilik kebun harus rajin membersihkan kebunnya. Selain itu, lakukan pemantauan secara rutin sehingga jika hama ulat muncul bisa langsung dikendalikan sehingga tidak menyebar," jelasnya.

Petugas bidang pertanian sedang menyemprotkan insektisida di lahan jagung milik warga Alkani yang diserang hama ulat grayak.
Petugas bidang pertanian sedang menyemprotkan insektisida di lahan jagung milik warga Alkani yang diserang hama ulat grayak. (POS KUPANG/DION KOTA)

Secara terpisah, Kepala Desa Alkani, Emanuel Bria mengucapkan terima kasih kepada dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka yang telah turun ke desa Alkani untuk mengendalikan hama ulat tersebut. Bersama masyarakat dan Babinsa, Emanuel mendampingi petugas bidang pertanian melakukan penyemprotan insektisida di lahan perkebunan jagung milik masyarakat yang diserang hama ulat grayak.

"Tadi kami keliling ke beberapa kebun milik masyarakat untuk menyemprotkan insektisida guna mengendalikan hama ulat. Cairan insektisida juga di semprotkan di beberapa kebun jagung warga yang berdekatan dengan kebun yang diserang hama ulat sehingga tidak terjangkit," ungkapnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help