Bupati Ende Ingatkan 2018 sebagai Tahun Pemantapan Jangan Sekadar Retorika

Hal tersebut dikatakan Marsel Petu pada kegiatan Pekan Bursa Inovasi Desa Tingkat Kabupaten Ende

Bupati Ende Ingatkan 2018 sebagai Tahun Pemantapan Jangan Sekadar Retorika
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Para peserta Bursa Inovasi Desa tingkat Kabupaten Ende di Aula Gereja Mautapaga, Ende, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Pencanangan tahun 2018 sebagai tahun pemantapan bukan sekadar retorika, melainkan sebagai tahun pemantapan.

Pencanangan ini didasarkan pada hasil evaluasi Bupati Ende, Ir Marsel Petu dan Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad yang didukung oleh semua komponen masyarakat Kabupaten Ende atas pelaksanaan program pembangunan yang dimulai tahun 2016 sebagai tahun perubahan dan tahun 2017 sebagai tahun investasi.

Hal tersebut dikatakan Marsel Petu pada kegiatan Pekan Bursa Inovasi Desa Tingkat Kabupaten Ende yang berlangsung di Aula Gereja Mautapaga, Kota Ende, Kamis (21/12/2017).

Bupati Marsel mengatakan, saat ini telah berada di akhir tahun investasi, maka semua perlu mengidentifikasi dan menganalisa hasil pembangunan yang telah dicapai dengan dampak dan daya ungkit yang dinikmati oleh masyarakat dan juga harus dan wajib mengidentifikasi dan menganalisa kendala serta hambatan yang dihadapi dalam pembangunan di tahun 2016 dan sampai tahun 2017.

Baca: Anggaran untuk Transportasi Festival Fulan Fehan Tidak Cukup, di Luar Perkiraan Panitia

Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan pada penghujung tahun 2017 sebagai tahun inovasi merupakan suatu momen strategis dan bermartabat karena memamerkan beberapa hasil kerja cerdas dalam pemanfaatan Dana Desa yang bersumber dari APBN sebagai pelajaran cerdas yang lahir melalui berbagai inovasi di 19 kecamatan dan 255 desa yang tanpa disadari telah memberikan dampak positif bagi kemajuan desa.

Dikatakan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai kementerian yang berwewenang mengurus pembangunan desa dan daerah tertinggal pada bulan Oktober 2017 bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada Yogyakarta menurunkan tim evaluasi pelaksanaan pembangunan desa yang didanai Dana Desa tahun 2015 dan 2016 menemukan bahwa ada inovasi dan praktek kerja cerdas yang telah dihasilkan di beberapa desa dari 255 desa di Kabupaten Ende.

Hal tersebut, ujar Bupati Marsel, menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki komitmen dan semangat untuk mau berubah ke arah yang lebih baik dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan dan kota Ende sebagai pusat ekonomi yang telah menghubungkan Kota Ende sebagai kota dagang di tengah Pulau Flores dan kota dagang lainnya di Indonesia.

Baca: Paket Mesra Klaim Sudah Dapat Dukungan dari PKB dan Hanura

Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Ende, Yohanes Nislaka dalam kesempatan itu mengatakan pelaksanaan bursa inovasi desa dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan cerdas dari penyedia jasa layanan teknis dan antar desa yang sudah melakukan program inovasi desa kepada desa yang lainnya dalam bursa inovasi desa di Kabupaten Ende.

Menurut Nislaka, pelaksanaan bursa inovasi desa bertujuan menciptakan tim karja desa yang solid dalam kolaborasi kerja cerdas dan kerja tuntas dan lintas desa untuk percepatan lompatan kemandirian desa sebagai kekuatan ekonomi NKRI, juga menjaring komitmen pemerintah desa untuk mengadopsi atau mereplikasi inisiatif atau inovasi yang dipelajari dalam bursa inovasi desa untuk dilaksanakan dalam APBDesa tahun 2018 dalam penggunaan Dana Desa.

Kegiatan bursa desa diharapkan terjadinya transfer informasi antara peserta dari 255 desa tentang daftar potensi unggulan desa dari masing-masing desa yang ditandatangani dalam komitmen program inovasi desa, juga terdapat penyedia jasa layanan teknis yang bersedia membagikan pengetahuannya dalam mendampingi desa pada tahun 2018. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved