Bupati Kupang Bilang Soal Kerjasama PDAM Suatu Penantian Panjang

Bupati Kupang merasa lega karena soal PDAM akhirnya juga bisa ditandatangani. Ini penjelasannya

Bupati Kupang Bilang Soal Kerjasama PDAM Suatu Penantian Panjang
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Johannis Ottemoesoe menyerahkan PKS kepada Pjs Pdam Kota Kupang, Marius R Seran, Kamis (20/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang dengan PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang tentang Peningkatan dan Perluasan Pelayanan Air Minum di kota Kupang, di Aula Hotel Maya, Kamis (21/12/2017) adalah suatu penantian yang panjang dalam kepemimpinan Bupati Kabupaten Kupang, Ayub Titu Eki.

Kata Titu Eki, ini baru terjadi di tahun yang ke-9, masa yang sudah hampir berakhir. Bukan saja perjalanan waktu yang panjang tapi penuh ketegangan.

Ia menyampaikan secara pribadi, juga atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang mengucapkan terima kasih kepada Walikota Kupang, Jefri Riwu Korw yang dapat sehati dan se-roh memikirkan pelayanan air di kota Kupang, sehingga penandatanganan MoU sudah dilakukan sekitar dua bulan yang lalu.

Tapi tidak sampai satu tahun hanya dalam kurun waktu dua bulan PKS sudah ditandatangani.

"Sebenarnya PKS satu bulan sudah harus ditandatangani. Namun karena kesibukan masing-masing maka barulah hari ini dilaksanakan. Terima kasih atas kesepahaman dan niat keinginan bersama untuk melakukan kerja sama pemanfaatan air yang Tuhan sediakan bagi pelayanan masyarakat di kota," tuturnya.

Pada kesempatan ini, Ia juga memohon maaf kepada seluruh warga Kota Kupang yang selama ini merindukan pelayanan air minum dan membutuhkan air.

"Sementara air masih tersedia tapi tidak sempat dimanfaatkan oleh karena hati belum bersambung maka pipa pun sulit bersambung, yang diperlukan hanya kerja sama. Hari ini dengan ditandatanganinya PKS kalau sambungan air yang masih tersedia menuju RT yang membutuhkan kalau tidak tersambung jangan salahkan Bupati dan Walikota tapi direktur-direktur Pdam ini, " ujarnya disambut tawa para tamu.

Ia berharap komitmen yang sama antara dua dirut harus sama seperti Bupati dan Walikota. Setelah ini tidak harus ditunggu lagi mengenai kesepakatan kedua direktur dalam penetapan tarif.

Ini harus diskusi bersama dan dapat menangkap signal yang dijelaskan Walikota bahwa Walikota tidak mencari PAD tapi mengutamakan pelayanan.

"Tarifnya jangan dibuat tinggi-tinggi bagi Rumah Tangga tapi diberikan yang layak untuk masyarakat. Jangan menekan dan memberikan beban kepada masyarakat. Ini kewenangan dua perusahaan ini harus dipikirkan bersama, buatlah kesepakatan dalam kurun waktu yang harus cepat. Masuk tahun baru pelayanan sudah harus langsung dilakukan, sehingga rumah tangga yang belum mendapatkan pelayanan air bisa memperolehnya," tutupnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help