Salud! Kejati NTT Selamatkan Uang Negara Rp 12 Miliar

Hingga akhir tahun 2017, Kejaksaan Tinggi NTT berhasil mengamankan Rp 12 miliar dari tangan koruptor

Salud! Kejati NTT Selamatkan Uang Negara Rp 12 Miliar
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Kajati NTT, Sunarta, SH.MH 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT pada tahun 2017 ini berhasil menyelamatkan uang negara dari hasil tindak pidana korupsi (tipikor) senilai Rp 12 miliar lebih. Besaran uang negara yang diselamatkan ini dari beberapa kasus dugaan korupsi di NTT.

Hal ini disampaikan Kajati NTT, Sunarta, S.H,M.H di Kejati NTT, Rabu (20/12/2017).

Menurut Sunarta, hasil penyelamatan uang negara itu berupa uang pengganti yang ditarik dari para terdakwa kasus korupsi di NTT.

"Beberapa kasus korupsi yang berhasil ditarik uang negara antara lain kasus proyek tambak garam di Sabu Raijua dan juga kasus korupsi di Bank NTT," kata Sunarta.

Didampingi Wakajati, RH Teguh, Aspidsus, Gasper Kase, As Intel, Amran Lakoni, Aspindum, Eko Kuntadi, Kasipenkum dan Humas, Iwan Kurniawan, dan beberapa pejabat, Sunarta menjelaskan, selain penyelamatan uang negara sebesar Rp 12 M lebih, pihaknya juga mengawal pembangunan di NTT bersama tim yang bernama Tim Pengawalan dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4D) dengan nilai proyek yang dikawal Rp 4,7 triliun.

"Kita kawal pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di perbatasan NTT dan Timor Leste," katanya.

Sedangkan perkembangan penanganan perkara di Lingkup Kejati NTT dan jajaran hingga Kejari-Kejari di NTT, Sunarta mengatakan, untuk bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejati NTT mendapat kuasa sebanyak 314 perkara dalam mendampingi instansi /lembaga pemerintah sebagai pengacara negara.

"Khusus tindak pidana umum (tipidum), Kejati NTT menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebanyak 2.598 perkara. Tindaklanjut tahap awal terhadap perkara itu sebanyak 1993 berkas perkara," katanya.

Sedangkan yang sudah dilimpahkan ke pengadilan atau telah pada tahap penuntutan sebanyak 1911 berkas perkara serta di bidang intelejen ada penyidikan 17 perkara.

"Perkara tindak pidana khusus (pidsus) di seluruh Kejari termasuk Kejati NTT sebanyak 29 kasus, tahap penyidikan 42 perkara. Khusus yang sudah tahap penuntutan atau dalam persidangan di pengadilan sebanyak 49 perkara," ujarnya.

Aspidus Kejati NTT, Gasper Kase mengatakan, khusus di Kejati NTT, perkara yang ditangani sampai saat ini sebanyak 13 perkara.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help