Diduga Ada Penyelewengan Dana Desa Baudaok-Belu Sejak Tahun 2015

Ini dugaan dari masyarakat Desa Baudaok terkait dengan penggunaan dana desa di tempat itu

Diduga Ada Penyelewengan Dana Desa Baudaok-Belu Sejak Tahun 2015
Pos Kupang/Edy Bau
Inilah Gedung PAUD di Desa Baudaok yang dikerjakan sejak tahun 2016 namun belum tuntas. Gambar diambil, Selasa (19/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Ada sejumlah program yang dibiayai dari dana desa di Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat namun tidak terealisasi sejak tahun 2015.

Hal ini memunculkan tanda tanya dan dugaan dana desa tersebut sudah diselewengkan.

Dugaan penyalahgunaan dana desa pada masa kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Robertus Ulu ini juga bahkan telah dilaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Belu.

Tokoh masyarakat Desa Baudaok, Karolus Besin dan Leonardus Bele Bau kepada Pos Kupang di Baudaok, Selasa (19/20/2017) mengatakan, dugaan adanya penyelewengan itu berdasarkan sejumlah program yang tidak terealisasi.

Bahwa sejak tahun 2015, masyarakat desa hanya menerima janji tanpa bukti kegiatan. Karena itu, lanjut keduanya, aparat penegak hukum harus mengusut dugaan tersebut.

Adapun sejumlah kegiatan yang tidak terealisasi pada tahun 2015 antara lain, pengadaan sapi sebanyak 17 ekor namun hingga saat ini hanya 15 ekor yang diadakan, berikutnya kegiatan fasilitasi kegiatan desa siaga dan fasilitasi kegiatan PKK berupa pengadaan alat tenun dan pelatihan tenun ikat tidak pernah terjadi.

Akibatnya, alat tenun yang diadakan untuk tiga dusun di desa tersebut menjadi mubasir.

Selanjutnya, untuk tahun 2016, ada sejumlah kegiatan berupa pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) senilai Rp 100-an juta tidak tuntas dikerjakan, kegiatan PKK, Tenun Ikat, Fasilitasi kegiatan PAUD, Fasilitasi Kegiatan Karang Taruna, Pengadaan alat kesenian berupa gong dan genderang, fasilitasi kegiatan desa siaga, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur dan pengadaan sapi sebanyak 18 ekor semuanya tidak terealiasi.

"Ini program tahun 2016 yang tidak pernah ada namun diduga uangnya sudah digunakan," kata Karolus.

Dua tokoh masyarakat Desa Baudaok, Karolus Besin dan Leonardus Bele Bau saat menyampaikan dugaan penyelewengan Dana Desa Baudaok
Dua tokoh masyarakat Desa Baudaok, Karolus Besin dan Leonardus Bele Bau saat menyampaikan dugaan penyelewengan Dana Desa Baudaok (Pos Kupang/Edy Bau)
Halaman
12
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help