FESTIVAL TANJUNG BENDERA

Ajang Pembuktian Ksatria Manggarai Timur (1)

PRIA setengah baya begitu serius memperhatikan asesoris yang sudah dipasang pada bagian kepala kudanya

Ajang Pembuktian Ksatria Manggarai Timur (1)
POS KUPANG/ALFRED DAMA
POS KUPANG/ALFRED DAMA KUDA HIAS-- Para penunggang kuda hias beraksi di lapangan sepakbola Waelengga, Jumat (15/12/2017). 

Kita akan mengadakan untuk jadikan padang Mau Sui ini menjadi arena pacuan kuda. Mungkin tiga bulan sekali dan mengundang kuda-kuda dari Timor dan Sumba.

PRIA setengah baya begitu serius memperhatikan asesoris yang sudah dipasang pada bagian kepala kudanya. Asesoris yang menghiasi kuda jantannya adalah sepasang bendera merah putih ukuran kecil dan warna-warni pada tali bagian kepala. Sesekali pria ini merapikan asesoris sambil terus mengelus kuda yang berusia tiga tahun.

Pria paru baya ini bernama Barnabas Sarong (55), asal Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Selain memperindah penampilan kuda yang berusia sekitar tiga tahun itu, Bernabas juga tampil gagah mengenakan kain sarung tradisional Manggarai yang dipadu dengan baju lengan panjang putih serta topi rongga di kepalanya.

Tangannya menggengam tombak yang merupakan bagian dari kelengkapan atraksi. Bernabas yang bernomor 90 merupakan penunggang kuda pertama yang tampil dalam atraksi kuda hias di lapangan sepakbola Waelengga.

Disambut tepuk tangan riuh, Bernabas mulai mengajak kudanya untuk berlari kecil ke tengah arena yang disaksikan Bupati Manggarai Timur, Drs. Yosep Tote, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Galus Ganggus, sejumlah pejabat Polri dan TNI di Kabupaten Manggarai Timur.
Tercatat 24 ekor kuda yang ikut Festival Tanjung Bendera itu.

Festival ini juga menjadi pembuktikan para ksatria Manggarai Timur dalam menunggang kuda.
Selain parade kuda hias yang dinilai tiga orang juri di lapangan Waelengga, Kecamatan Kota Komba, para penunggang kuda tersebut juga mengikuti pacuan kuda tradisional mini dan adu ketangkasan berburu menggunakan kuda di padang Mau Sui, Kecamatan Kota Komba. Jarak antara Padang Mau Sui dan Waelengga ditempuh dalam waktu 10 menit.

Acara Festival Tanjung Bendera pun disaksikan ribuan warga. Selain dari Kota Komba dan Borong, warga dari kecamatan sekitar di Kabupaten Ngada seperti Aimere juga berbondong-bondong datang ke tempat itu.

Melihat antusias penonton yang luar biasa, Bupati Manggarai Yosep Tote mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan acara serupa pada waktu yang akan datang dengan acara utama pacuan kuda.

"Kita akan mengadakan untuk jadikan padang Mau Sui ini menjadi arena pacuan kuda. Mungkin tiga bulan sekali dan mengundang kuda-kuda dari Timor dan Sumba," kata Josep. Ia menjelaskan, banyak potensi wisata di Manggarai Timur. Bahkan untuk membangun pariwisata di wilayah ini, pihaknya membagi tiga klaster pembangunan pariwisata yang meliputi klaster prioritas pembangunan klaster satu dan dua dari Borong dan Kota Komba serta klaster tiga di Pota.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur, Galus Ganggus mengatakan Festival Tanjung Bendera baru pertama dilaksanakan.

Acara ini untuk membangun pariwisata di Manggarai Timur dengan memperkenalkan berbagai kekayaan di kabupaten tersebut.

Festival Tanjung Bendera diisi tiga acara utama, yaitu parade kuda hias, pacuan kuda mini tradisional dan uji ketangkasan berburu. Acara lain memeriahkan festival ini malam hiburan yang diisi tari-tarian tradisional. Lokasi acara di dua tempat, yaitu di lapangan Waelengga dan Padang Mau Sui.

Dipilihnya kuda yang menjadi warna utama festival ini adalah untuk mengembalikan memori kaum muda Manggarai Timur tentang peran kuda di masa lampau. "Kuda merupakan kendaraan tranportasi pada masa lalu. Kita ingin memori tentang leluhur yang menunggang kuda dalam berbagai kegiatan tidak dilupakan generasi sekarang," kata Galus.

Festival Tanjung Bendera ini merupakan yang pertama. Diharapkan akan berlanjut pada masa mendatang. "Setelah ini kita evaluasi, kita lihat apa yang harus dibenahi lagi," ujarnya. Galus menjelaskan, banyak aspek yang menjadi tujuan utama kegiatan ini, yaitu selain untuk memajukan pariwisata Manggarai Timur, juga memperkenalkan rencana pembangunan bandar udara di Manggarai Timur. (alfred dama/bersambung)

Penulis: Alfred Dama
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved