PosKupang/
Home »

Bisnis

» Mikro

Kopdit Obor Mas Jadi Penyalur KUR, Yanto Optimis Dana Rp 10 Miliar Habis Terserap

Peresmian penyaluran itu ditandai dengan penyerahan piagam oleh Menkop UKM RI kepada Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas

Kopdit Obor Mas Jadi Penyalur KUR, Yanto Optimis Dana Rp 10 Miliar Habis Terserap
POS KUPANG/EGINIUS MO'A
Menkop UKM RI, AAGN Puspayoga (kiri) didampingi General Manager Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak, berdialog dengan staf Obor Mas, Selasa (19/12/2017) usai penyerahan pengelolaan KUR di Aula Nawacita Unipa Maumere. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com,  Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Diluncurkannya KSP Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas Maumere  di Pulau  Flores oleh Menteri Koperasi  dan  UKM RI, AAGN Puspayoga,  menjadi kopdit  kedua  di Indonesia menyalurkan  dana  Kredit Usaha  Rakyat  (KUR) diterima dengan sukacita seluruh badan pengurus, pengelola  dan anggota Obor Mas.

Obor Mas mengelola dana KUR  Rp 10 miliar di penghujung  tahun  2017 dari  pengajuan  Rp 100  miliar  akan disalurkan  habis kepada  semua anggota Kopdit itu.  

Baca: Hasil Survei: 52,4 Persen Responden Ingin Jokowi Kembali Jadi Presiden

Peresmian penyaluran  itu ditandai dengan  penyerahan  piagam oleh Menkop UKM  RI  kepada  Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Gabriel  Tongge, SM.

“Kami semua puas dan  bangga dengan kepercayaan yang diberikan Menkop  RI. Karena  dari sekian banyak  Kopdit yang mengajukan diri mengelola KUR, hanya dua  di  Indonesia  yang menerima kepercayaan menjadi penyalur KUR. Obor Mas satu-satunya  dari NTT,” kata General  Manager KSP Kopdit  Obor Mas Maumere,  Leonardus Frediyanto Moat Lering,  S.Ak, Selasa  (19/12/2017).

Pekerjaan  paling berat disiapkan  sebelum menyalurkan  KUR, diakui  Yanto, membangun  informasi teknologi  yang dilakukan sejak  bulan Maret  2017.  Sistem  informasi ini  harus  terkoneksi (online) dengan  Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan  RI.  Persyaratan ini  telah diselesaikan secara  baik, sehingga  penyaluran  dana KUR bisa diwujudkan.

Baca: BREAKING NEWS: Bupati TTU Ray Fernandes Hengkang dari PDIP

Menurut  Yanto, dana  Rp 10 miliar terbagi habis, alokasi  Rp 5 miliar untuk  usaha  mikro dengan pagu pinjaman maksimal Rp 25  juta. Sisanya   Rp 5 miliar untuk usaha  ritel dengan kisaran pinjaman  Rp 25  juta-Rp 500 juta. Pada  tahun 2018,  sambung Yanto, telah disetujui dana KUR  Rp 150  miliar dikelola Obor Mas.

Ia  mengatakan manfaat besar dana  KUR kepada anggota Kopdit. Sebagian bunga  pinjaman ditalangi  oleh pemerintah, sehingga anggota membayar bunga kredit relatif lebih rendah.

Buparti  Sikka, Drs. Yoseph  Ansar Rera, mengatakan kehidupan koperasi di Sikka telah diawali dengan Koperasi Unit Desa (KUD)  pada  tahun 1970-an. Meski  modalnya besar, KUD berangsur bangkrut dan tak  tersisa. 

Namun koperasi sebagai  soko guru perekonomian, koperasi-koperasi  kecil bangkit  jadi besar dan menjadikan Kabupaten  Sikka sebagai  kabupaten koperasi. 

Baca: VIDEO: Pernyataan Mundur Raymundus Fernandes, Dipidana Dua Kali Demi PDIP

“Tercatat 431 koperasi,  163 diantaranya berbadan hukum dan 268  berstatus pra koperasi.  Warga  Sikka menjadi anggota  291.193 jiwa dari  total penduduk  Sikka  344.142 jiwa, total omset  Rp  8  triliun lebih dan total aset  Rp 1 triliun lebih,” ujar Ansar sebelum penyerahan penetapan  KUR oleh Menkop  UKM  RI, AAGN Puspayoga di  Aula Nawacita Universitas Nusa Nipa Maumere. (*)

Penulis: Eugenis Moa
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help