Pers Zaman Now: Budaya Politik di Tahun Politik

Gabriel Almond dan Sydney Verba (1963) melihat bahwa budaya politik sangat cocok bagi bangunan negara demokrasi.

Pers Zaman Now: Budaya Politik di Tahun Politik
ilustrasi
Kebebasan Pers1

Oleh: Dr. Jonas KGD Gobang, S.Fil.,MA
Dosen Komunikasi Politik pada Program Studi Ilmu Komunikasi Unipa Maumere

POS KUPANG.COM -- Kita sedang berada di tahun politik. Dan kita butuh budaya politik yang baik dan benar. Karena budaya politik memiliki posisi penting dalam konstelasi politik lokal, regional dan nasional. Hal ini karena tahun politik dan budaya politik dapat mempengaruhi perilaku politik dalam iklim demokrasi.

Gabriel Almond dan Sydney Verba (1963) melihat bahwa budaya politik sangat cocok bagi bangunan negara demokrasi. Dalam pemahaman yang lebih sederhana, budaya politik merupakan kombinasi antara karaketeristik-karakteristik aktif, rasional, mempunyai informasi yang cukup mengenai politik, kesetiaan pada sistem politik, kepercayaan dan kepatuhan kepada pemerintah, keterikatan pada keluarga, suku, dan agama (dalam Surbakti, 1984: 69).

Budaya politik warga negara dapat menopang terjadinya `governmental power' dan `governmental responsiveness' di dalam sistem perwakilan. Governmental power berarti adanya elite di dalam sistem politik yang memiliki otoritas dari rakyat sehingga memungkinkan mereka bisa membuat dan melaksanakan kebijakan-kebijakan secara absah.

Sementara itu, governmental responsiveness berarti para elite itu harus akuntabel sehingga memungkinkan rakyat melakukan evaluasi terhadap apa yang telah mereka lakukan.

Pers dibutuhkan untuk menggerakkan budaya politik di tahun politik ini. Politik itu memiliki kaitannya yang erat dengan pers sebagai sarana untuk berkomunikasi antara elit politik dan masyarakat. Sehingga kegiatan politik sering ditampilkan pada media massa dalam bentuk berita.

Namun di zaman now ini, dinding antara berita dan hiburan menjadi kian tipis. Berita dapat menjadi hiburan dan hiburan menjadi berita.

Berita dapat didefinisikan sebagai "signalizing dari suatu peristiwa". Semua karakteristik yang biasa dinegosiasikan dengan berita atau urusan publik media dapat ditemukan di media lain, dan orang-orang yang terkait dengan atau media hiburan populer dapat ditemukan dalam berita.

Bila kita mengamati berita-berita yang diproduksi, kita boleh bertanya informasi apa yang publik dapatkan dan ada kepentingan apa dibalik informasi yang diberitakan itu?

Dalam tataran ini bahasa memainkan peranan penting. Bahasa dipakai oleh pers untuk menyampaikan informasi kepada publik.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help