PosKupang/

Pro Kontra Penataan Daerah Pemilihan di Nagekeo

Anggota KPU Nagekeo, Aloysius Kaki mengatakan penataan Dapil di Nagekeo karena ada penambahan jumlah penduduk dalam lima tahun terakhir.

Pro Kontra Penataan Daerah Pemilihan di Nagekeo
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Suasana Rapat kerja KPU Nagekeo tentang Penataan Kembali Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Nagekeo yang berlangsung di Hotel Pepita Mbay, Sabtu (16/12/2017) malam. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | MBAY - Penataan daerah pemilihan (Dapil) oleh KPU Kabupaten Nagekeo mendapat reaksi keras dari pengurus Parpol.

Dalam rapat kerja yang berlangsung di Hotel Pepita Mbay, Sabtu (16/12/2017), KPU Nagekeo berencana menambah satu Dapil dari sebelumnya tiga Dapil.

Menurut rancangan KPU Nagekeo, Dapil tabahan meliputi Kecamatan Aesesa Selatan dan Boawae.

Sebelumnya, Kecamatan Aesesa Selatan bersama Wolowae dan Kecamatan Aesesa membentuk satu Dapil.

Baca: Mantap! Megawati Umumkan PDIP Usung Marianus Sae-Emilia Nomleni

Sedangkan Kecamatan Keo Tengah bergabung dengan Nangaroro dan Mauponggo membentuk Dapil sendiri.

Rancangan tersebut mendapat reaksi dari pengurus Parpol.

Politisi Partai Golkar, Antonius Moti secara tegas menolak rancangan Dapil yang disodorkan KPU Nagekeo.

Menurutnya, selama ini komunikasi politik dengan basis sudah berlangsung sesuai dengan Dapil pada pemilu lalu.

Selain itu, faktor emosional dan budaya juga turut berpengaruh.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahma
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help