Jelaskan Rencana Tutup Jalan di Tanah Abang untuk Tampung PKL, Sandiaga Kembali Dicerca

Sebut saja rencana Sandiaga yang meminta Pemprov DKI untuk tidak mengunggah video rapim di Youtube lagi di era Anies-Sandi.

Jelaskan Rencana Tutup Jalan di Tanah Abang untuk Tampung PKL, Sandiaga Kembali Dicerca
Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno usai meyapa warga di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (19/5/2017).(KOMPAS.com/Dea Andriani) 

POS-KUPANG.COM- Dalam menjalankan masa jabatannya, sosok pasangan Anies-Sandi kerap jadi sorotan media.

Beberapa waktu ini, mereka mengeluarkan beberapa kebijakan kontroversial.

Sebut saja rencana Sandiaga yang meminta Pemprov DKI untuk tidak mengunggah video rapim di Youtube lagi di era Anies-Sandi.

Kebijakan kontroversial ini pun dijelaskan oleh sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Ia menjelaskan alasan video rapat-rapat pimpinan tidak diunggah ke akun YouTube Pemprov DKI Jakarta lagi.

Melansir dari kompas.com, bagi Sandiaga, maksud dan pesan apa yang mau disampaikan kepada masyarakat dengan video itu perlu dipertanyakan.

"Kami lihat dari segi efektivitas, rapim kalau mau diangkat message-nya apa yang mau kita angkat?" ujar Sandiaga di Kantor Kebayoran Baru, Sabtu (9/12/2017).

Kata Sandi, dia tidak ingin menggunakan chanel yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta untuk memecah belah.

Selain itu, Sandiaga juga berujar bahwa dirinya dan Anies tak mau video-video tersebut dijadikan meme oleh para netizen.

"Kalau digunakan untuk dijadikan meme, videonya diedit-edit, baik oleh yang mendukung kami atau yang belum mendukung, akhirnya jadi perpecahan," katanya ditemui di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).

Setelah kebijakan soal video rapim ini menjadi kontroversi, sosok wakil gubernur ini kembali mengeluarkan kebijakan kontroversi soal kawasan Jakarta.

Kebijakan baru dari Sandiaga ini sendiri menyangkut masalah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan hingga ke ruas jalan.

Apa solusi Sandiaga untuk masalah ini?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (8/12/2017).


Bukan ditertibkan, para PKL tersebut akan ditampung di kawasan Tanah Abang tersebut.

Melansir dari Kompas.com, Minggu (10/12/2017), Sandiaga mengatakan akan ada penutupan jalan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menampung 400 pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

"Itu nanti bagian daripada apa, satu memuliakan pejalan kaki, memberikan tempat kepada PKL. (Sebanyak) 400 yang sudah didata agar mereka tetap bisa mencari nafkah dan mereka itu diperlukan juga untuk commutering," kata Sandiaga. 

Namun, lagi-lagi Sandiaga tidak menjelaskan detil tentang itu. Jalan mana yang akan ditutup, waktu penutupannya, belum diketahui.

Mirisnya, bukannya didukung, rencana Sandiaga Uno justru dikritik pejalan kaki sekaligus pengguna commuter line, sopir angkutan umum, dan PKL itu sendiri.

Hal ini terlihat dari curhatan warga ketika diwawancarai Kompas.com Selasa lalu (12/12/2017).

Baca: GERAM! Tanpa Alasan yang Jelas Anak Ini Siksa dan Bakar Ibunya hingga Meninggal

Baca: Pemilik Kendaraan Senang Denda Pajak Dibebaskan

Baca: Purnawiran TNI AD Kodim Sumba Timur dan ASN Dapat Penghargaan

Noel (30) contohnya, pegawai BUMN yang kerap pergi dari dan ke Stasiun Tanah Abang tak sepakat dengan rencana Sandiaga.

"Enggak mengerti prioritas ya sepertinya, dan (terkesan) mau menyelesaikan masalah supaya dapat popularitas dari kaum bawah," ucap Noel kepada Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Bukan hanya Noel, Teti sebagai pengguna commuter line juga tidak setuju dengan rencana penutupan jalan di kawasan Tanah Abang tersebut.

Dia menilai, hal tersebut justru akan membuat kawasan di sekitar Stasiun Tanah Abang semakin semrawut.

"Enggak setuju, tanpa ada PKL saja jalanan itu sudah sempit oleh macam-macam moda transportasi dan pejalan kaki, ditambah PKL makin enggak ramah pejalan kaki. Jalanan makin semrawut," kata Teti.

Penolakan juga disampaikan oleh Asep, sopir angkot trayek M10 jurusan Tanah Abang-Jembatan Lima. Menurutnya, penutupan jalan untuk PKL tidak akan membuat jalanan lebih rapi dan tertata. 

Selain itu, hal tersebut juga akan membuat pekerjaannya dan teman-temannya sesama sopir angkutan umum terancam.

"Enggak setuju, banyak yang naik angkot di sini, sepi nanti kalau ditutup. Jadiin seperti biasa saja, enggak usah ditutup, biarin saja kayak sekarang ini," ujar Asep saat tengah mencari penumpang di dekat Stasiun Tanah Abang.

Ada PKL di Tanah Abang yang juga tidak setuju dengan rencana Sandiaga itu. Adji (50) contohnya, PKL asal Palembang tersebut menolak penutupan jalan.

Menurut dia, penutupan jalan itu tidak akan membuat para PKL seperti dia dan teman-temannya akan untung. Dia merasa rencana itu hanya akan menguntungkan para pedagang dengan kios atau modal besar. 

"Enggak setuju saya, pengalaman kayak begini tuh sudah sering saya rasakan. Mulai dari Senayan, Kemayoran cuma bikin untung PKL yang punya modal besar. Jadi biarkan saja kayak begini, jangan bikin mobilitas warga terganggu, nanti kalau jalan ditutup kan sepi pembeli juga," kata Adji. (TribunStyle.com/ Bobby Wiratama)

 

Artikel ini sudah ditayangkan di Tribunstyle.com dengan judul: Angkat Rencana Tutup Jalan di Tanah Abang untuk Tampung PKL, Sandiaga Justru Dicerca Oleh Pedagang

Editor: Djuwariah Wonga
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved