Mengais Hikmah di Tengah Sumpah Serapah, Menyikapi Polemik Ujaran Mendikbud

Menurut Effendy, metode survei penelitian PISA bersifat parsial karena hanya menyertakan sampel tertentu dari

Mengais Hikmah di Tengah Sumpah Serapah, Menyikapi Polemik Ujaran Mendikbud
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy 

Oleh: Frater Dr. M. Monfoort, BHK
Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik Indonesia

POS KUPANG.COM -- Puluhan wartawan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Komunitas Pena NTT Bali memprotes pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang dinilai menyinggung perasaan masyarakat NTT. Pernyataan Mendikbud dimuat Jawa Pos edisi 4 Desember 2017.

Mendikbud memberi pernyataan setelah melihat laporan Program for International Students Assesement (PISA) saat pertemuan di UNESCO, November 2017. Hasil rilis PISA dalam kurun waktu 2012-2015 menempatkan kualitas pendidikan Indonesia pada posisi paling bawah dari negara-negara lain.

Menurut Effendy, metode survei penelitian PISA bersifat parsial karena hanya menyertakan sampel tertentu dari suatu negara. PISA, katanya tidak melihat secara komprehensif kualitas pendidikan di Indonesia.

Baca: Pernyataan Mendikbud Haruskah Membuat Orang NTT Tersinggung?

Effendy lalu membandingkan dengan Tiongkok. Sampel negeri Tirai Bambu itu menurutnya berasal dari Shanghai dan Guangzhou saja. Effendy kemudian menyentil soal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semuanya," kata Effendy seperti dikutip Jawa Pos.

Ketua Pena NTT Emanuel Dewata Oja mengatakan kalimat langsung tersebut sejatinya terbentuk dari mindset seorang menteri bahwa orang NTT itu bodoh semua.

"Pernyataan itu telah melukai hati orang NTT yang ada di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia," ujarnya di Denpasar, Selasa (5/12/2017). Masyarakat NTT di Bali menuntut Menteri Muhadjir Effendy meminta maaf kepada rakyat NTT (sumber: suarabali.com, dawainusa.com).

Seorang pelajar NTT, Firstly Erzsa Maharanny Sula yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di North Dakota, USA menimpali dengan menulis surat terbuka untuk Mendikbud.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help