Ini Kisah Uskup Agung Kupang Saat Menempuh Pendidikan di Seminari

Ini pola pendidikan di Seminari terkait dengan pentingnya belajar bahasa Latin dan Inggris

Ini Kisah Uskup Agung Kupang Saat Menempuh Pendidikan di Seminari
Pos Kupang/Andri Atagoran
Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang memberikan sambutan saat wisuda sarjana STIPAS Keuskupan Agung Kupang di Grand Mutiara Kupang, Kamis (14/12/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Uskup agung Kupang, Mgr Petrus Turang mengatakan, lulusan Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang harus bisa berbahasa Inggris dan Latin.

Uskup Petrus pun berkisah tentang tantangan belajar bahasa Latin yang dihadapinya selama menempuh pendidikan di seminari.

"Dulu di seminari kalau tiga kali berturut-turut dapat nilai lima dari bahasa Latin berarti anda dikeluarkan, tidak ada cerita lain," kata Uskup Petrus saat wisuda sarjana STIPAS Keuskupan Agung Kupang di Grand Mutiara Kupang, Kamis (14/12/2017).

Uskup Petrus mengatakan, kebijakan ini diterapkan karena dulu belajar filsafat dan teologi menggunakan bahasa Latin.

"Dan juga dengan mengetahui bahasa Latin anda bisa berpikir secara logis dan lebih mudah mempelajari bahasa lain," ungkap Uskup Petrus.

Oleh karena itu, Uskup Petrus menyarankan STIPAS Keuskupan Agung Kupang ke depannya menjadikan bahasa Latin sebagai bagian dari pelajaran muatan lokal.

Uskup Petrus pada kesempatan tersebut juga memotivasi wisudawan agar benar-benar menerapkan ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan di STIPAS Keuskupan Agung Kupang.

"Anda harus menjadi orang yang berbudi baik yang menyapa, melindungi, dan mengintegrasikan umat. Ini adalah peran istimewa kaum awam dalam kehidupan gereja dan bangsa," kata Uskup Petrus.

Uskup Petrus berpesan kepada wisudawan agat menjadi guru yang mampu menggerakan masyarakat dan persekutuan gerejawi di NTT dan di Indonesia.

"Anda harus menggerakan umat dan masyarakat agar terwujud hati nurani sosial kita yang sungguh-sungguh membangun kerukunan, bukan kerukunan yang koruptif," kata Uskup Petrus. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved