PosKupang/

100 Juta Orang Jatuh Miskin

800 juta orang menghabiskan sedikitnya 10 persen dari anggaran rumah tangga untuk biaya kesehatan. 100 juta di antara didorong dalam kemiskinan parah

100 Juta Orang Jatuh Miskin
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Tenaga medis menyiapkan jarum suntik untuk memberikan vaksin kanker serviks gratis dalam rangka HUT Pertamina Ke-55 di Kantor Pertamina, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2012). Menurut data dari WHO, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Setiap tahun terdeteksi hampir mencapai lebih dari 15.000 kasus kanker serviks 

POS KUPANG.COM -- Sedikitnya separuh penduduk dunia kekurangan layanan kesehatan dasar, dan banyak rumah tangga jatuh ke dalam kemiskinan setiap tahun akibat tingginya biaya kesehatan, kata satu laporan baru dari Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia, Rabu (13/12).

Setiap tahun sebanyak 800 juta orang menghabiskan sedikitnya 10 persen dari anggaran rumah tangga mereka untuk biaya kesehatan. Sebanyak 100 juta di antara mereka didorong ke dalam kemiskinan parah dan hanya hidup dengan 1,9 dolar AS, atau kurang, per hari, kata laporan yang disiarkan Lancet Global Health.

Walaupun Abad 21 telah menyaksikan peningkatan jumlah orang yang mampu memperoleh sebagian layanan kesehatan penting dan lebih sedikit orang kini berada di ambang kemiskinan dibandingkan dengan pada awal abad ini, namun kemajuannya sangat tak sebanding.

Jurang pemisah luas dalam ketersediaan layanan kesehatan adalah bukti jelas di Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan, tempat kurangnya perlindungan keuangan berarti peningkatan tekanan keuangan buat banyak keluarga saat mereka membayar layanan itu dari kantung mereka sendiri.

Laporan tersebut menyoroti bahwa itu bahkan juga menjadi tantangan di wilayah yang lebih berpengaruh seperti Asia Timur, Amerika Latin dan Eropa, tempat makin banyak orang menghabiskan sedikitnya 10 persen anggaran rumah tangga mereka untuk biaya kesehatan yang mencekik leher.

"Ini benar-benar tak bisa diterima bahwa separuh dunia masih kekurangan cakupan buat layanan kesehatan yang paling mendasar," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Tedros Adhanim Ghebreyesus, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Satu penyelesaian ada: cakupan kesehatan universal memungkinkan setiap orang memperoleh layanan kesehatan yang mereka perlukan, ketika dan di mana mereka memerlukannya, tanpa menghadapi kesulitan keuangan," katanya.

Sementara itu, Presiden Grup Bank Dunia Dr. Jim Yong Kim menyerukan peningkatan mendesak upaya global mengenai cakupan kesehatan universal, sebab "penanaman modal pada kesehatan, dan penanaman modal yang lebih umum pada manusia, penting untuk membangun modal manusia dan memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang melibatkan semua pihak serta berkesinambungan".

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help