Pilkada Ende

Polisi Butuh Dana Pengamanan Rp 6,1 Miliar

Untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ende Polres Ende membutuhkan dana sebesar Rp 6,1 miliar.

Polisi Butuh Dana Pengamanan Rp 6,1 Miliar
ISTIMEWA
UANG PECAHAN SERATUS RIBU RUPIAH

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ende Polres Ende membutuhkan dana sebesar Rp 6,1 miliar.

Dana tersebut disediakan untuk 528 anggota polisi yang terlibat dalam proses pengamanan Pilkada serta berbagai kebutuhan lainnya dalam kaitan dengan Pilkada Kabupaten Ende.

Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Rabu (13/12/2017), ketika dikonfirmasi mengenai dana pengamanan Pilkada Kabupaten Ende yang didapatkan Polres Ende dari Pemda Ende.

Ardiyan mengatakan terkait dengan pengamanan Pilkada pada tahun 2018 mendatang, Polres Ende sebenarnya mengajukan dana sebesar Rp 7 miliar, namun setelah dilakukan sinkronisasi dengan Pemda Ende, maka dana yang diberikan oleh Pemda Ende kepada polisi menjadi Rp 6,1 miliar.

Dikatakan terkait dengan dana Pilkada yang diterima dari Pemda Ende, ujar Kapolres Ardiyan, akan dipergunakan semata-mata untuk pelaksanaan pengamanan selama proses Pilkada berlangsung dan tentunya akan dipertanggungjawabkan setelah proses Pilkada selesai karena bagaimanapun uang tersebut adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ende, Kapolres Ardiyan mengatakan, berdasarkan pemetaan oleh polisi sejauh ini tingkat keamanan masih relatif stabil dan diharapkan hal tersebut tetap terpelihara sampai dengan proses Pilkada selesai dan seterusnya.

Dikatakan bahwa keberadaan aparat keamanan, baik TNI, Polri maupun unsur pemerintah lainnya hanya bersifat mengamankan, namun keamanan yang utama dan pertama ada dalam diri masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga diri dan lingkungan sekitarnya untuk tetap aman.

Kapolres Ardiyan mengatakan, apabila terjadi masalah yang terkait dengan Pilkada Kabupaten Ende, maka harus segera dilaporkan kepada aparat keamanan terdekat atau pengawas Pemilu untuk segera diselesaikan dan jangan lapor kepada teman-teman lainnya yang justru akan memperkeruh suasana.

Tentang keberadaan anggota polisi, ujar Ardiyan, selain bertugas menjaga keamanan juga akan siap membantu mendistribusikan logistik Pemilu ke tempat-tempat yang relatif sulit dijangkau oleh kendaraan umum seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu pada setiap penyelenggaraan Pilkada.

Artinya, keberadaan anggota polisi tidak semata-mata hanya menjaga keamanan pada saat proses pencoblosan atau mengawal pendistribusian logistik, tetapi juga membantu membawa logistik Pilkada ke tempat yang sulit dijangkau oleh kendaraan umum, ujar Kapolres Ardiyan.

Kapolres Ardiyan juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ende agar bersama-sama berusaha menyukseskan pesta demokrasi Kabupaten Ende karena siapa pun yang terpilih, dia adalah pemimpin Kabupaten Ende yang adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ende.

Menurut Kapolres Ardiyan, segala perbedaan pandangan politik dan pilihan politik itu adalah hal yang biasa dalam alam demokrasi dan apabila setelah terpilih seorang pemimpin. hendaknya perbedaan tersebut dikesampingkan dan semua kembali bersatu membangun Kabupaten Ende yang adalah merupakan rahim Pancasila. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help