Berita Flores Lembata Alor

Kerusakan Terumbu Karang di Taman Nasional Komodo Makin Serius, Satu Penyebabnya Alat Ini Loh

penyebab utama kerusakan terumbu karang di destinasi wisata dunia itu, karena penggunaan kamera di bawah air

Kerusakan Terumbu Karang di Taman Nasional Komodo Makin Serius, Satu  Penyebabnya Alat Ini Loh
POS KUPANG/SERVATINUS MAMILIANUS
Suasana di Pantai Pulau Kelor Labuan Bajo yang merupakan salah satu spot wisata yang digemari wisatawan. Gambar diambil beberapa waktu lalu. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM|LABUAN BAJO--Kerusakan terumbu karang di Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), khususnya di setiap dive spot atau spot-spot diving, sudah semakin serius.

Scuba School Internasional (SSI) Dive Master Instructor Labuan Bajo, Stanislaus Stan, menyampaikan bahwa salah satu penyebab utama kerusakan terumbu karang di destinasi wisata dunia itu, karena penggunaan kamera di bawah air oleh wisatawan yang non profesional.

"Para penyelam atau divers yang non specialty under water photographer, secara massiv menggunakan kamera di bawah air untuk berlomba lomba mengambil gambar ataupun vidio terhadap aquatik baik ikan maupun terumbu karang. Secara sepintas, aktivitas pengambilan gambar ataupun vidio selama penyelaman tidak ada relevansinya dengan kerusakan terumbu karang," kata Stanis saat menghubungi Pos Kupang, Rabu (13/12/2017) pagi.

Dia menegaskan, aktivitas pengambilan gambar di bawah air memiliki korelasi yang signifikan dengan kerusakan terumbu karang.

Selama ini kata dia, saat penyelaman, para divers yang terlena dengan keasyikannya bermain kamera untuk mengabadikan salah satu obyek seperti ikan, tidak lagi memperhatikan terumbu karang di sekitarnya dan malah ditabrak hingga patah.

"Selama obyek yang dipotret bergerak berpindah-pindah, sang pemotret cendrung fokus perhatianya pada obyek, sambil mengayuhkan kaki katak atau fin kicking. Pada saat itu yang bersangkutan mengabaikan keselamatan terumbu karang yang berada di sekitarnya. Dengan kata lain seorang pemotret berhasil mengambil satu gambar, sekaligus berhasil menendang satu terumbu karang hingga patah dan mati," tutur Stanis. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help