Berita Timor Rote Sabu

Kerennya, 20-an Perempuan di Desa Tesi Ayofanu ini Jadi Peternak Sapi

puluhan perempua lain di Desa Nekmese, Belle, Fatuulan dan Enopnapi juga sudah beternak sapi.

Kerennya, 20-an Perempuan di Desa Tesi Ayofanu ini Jadi Peternak Sapi
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Ketua KSU Wanita Kasih, Adriana Tamonob (berdiri) menyampaikan presentasi dari peternak perempuan, Selasa (12/12/2017) siang di desa Tesi Ayofanu, Kabupaten TTS 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM|SOE--Sekitar 20 perempuan di Desa Tesi Ayofanu di Kecamatan Kie, Kabupaten TTS, jadi peternak sapi sejak setahun yang lalu. Kini sebagian ternak sapi sudah dijual untuk mengembangkan bisnis dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Selain di desa Tesi Ayofanu, puluhan perempua lain di Desa Nekmese, Belle, Fatuulan dan Enopnapi juga sudah beternak sapi.

Para perempuan peternak itu diantaranya, Anaci Nomleni, Sensi Tamonob, Irma Saefatu, Asni A Nomleni, Dorince Atto, Afnira J amonob, Yunita Kupok Tapun, Wasti Tamonob, Erni Snaeb, Darni D Natonis, Anita Tamonob. Hari itu mereka menghadiri kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Plan di Desa Tesi Ayofanu, Selasa (12/12/2017) siang.

Hadir saat itu Direktur Marketing Plan Finlandia, Kirsi Mettala, Direktur Maketing and Fundraising Plan Indonesia, Susy Darmayanti, Project Manajer SCIL Plan, Yeditya Mella, Kepala Program Area Rimor OPlan Internaisonal Indoensia, Muhammad Thamrin, operaisonal Plan Lice Stock Specialis SCILD, Salomi Tabun juga Semi Koapaha. Hadir pula pihak Sanggar Suara perempuan, Debora Duka, Nelci Henuk, Omi Mauboty. Serta pejabat di Dinas Peternakan Thony Fallo dan benyamin Christian serta Kaliang Rihimbam.

Para peternak perempuan ini mengaku senang mengikuti program SCILD karena dengan program itu mereka bisa tahu cara memelihara sapi dan bisa menghasilkan uang untuk menambah penghasilan keluarga.

"Saya sudah menjual sapi saya seharga Rp 9 juta dan saya akan membeli sapi lagi untuk saya pelihara dan kembangkan," kata Anita. Uang hasil jualan sapi itu digunakan untuk menambah modal usaha dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Yeditya mengatakan, Pogram SCILD lebih banyak memberikan kesempatan kepada perempuan berusia muda dari 18 sampai 29 tahun untuk menjadi peternak sapi.

"Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan sumber daya, meningkatkan kepercayaan diri dari perempuan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga," kata Yeditya.

Kirsi berharap kedepan, perempuan di Tesi Ayofanu bisa lebih mandiri dan akhirnya bisa melanjutkan sekolah hingga ke jenjang pendidikan lebih tinggi dan bisa meraih cita-citanya.

Kepala Desa Tesi Ayofanu, David Tamonob menyampaikan terimakasih kepada Plan dan pihak Dinas Peternakan TTS. "Dengan program SCILD ini, perempuan di desa ini tidak lagi pergi menjadi TKW ke luar negeri. Semoga kedepan, setiap perempuan di desa ini bisa punya ternak sapi sendiri," kata David.

Kepala Koperasi Serba Usaha (KSU) Wanita Kasih, Adriana Tamonob mengatakan, Tahap pertama ada 92 ternak sapi yang dibagikan kepada peternak di 5 desa.

"60 persen peternak yang mendapat ternak sapi itu adalah perempuan. Bahkan setelah setahun ini ada 7 sapi yang sudah dijual seharga Rp 6 juta sampai Rp 9 juta," kata Adriana. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help