Jangan Salah Sangka! Perda Miras di Flotim Bukan Melarang Orang Jual Miras

Bupati Flotim merasa aneh soal kritikan oranga di media sosial terkait Perda Miras di daerah itu. Ini penjelasannya

Jangan Salah Sangka! Perda Miras di Flotim Bukan Melarang Orang Jual Miras
Pos Kupang/Feliks Janggu
Bupati Flotim,Antonius Hubertus Gege Hadjon 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menjelaskan, ada kesalahan persepsi dalam masyarakat tentang keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Miras di Flotim.

Perda Nomor 8 Tahun 2011 itu, jelas Bupati Anton, sama sekali tidak berisi larangan terhadap penjualan minuman keras di Flotim.

"Yang benar bahwa perda itu mengatur distribusi miras, perijinan penjualan miras dan konsumsi miras," jelas Bupati Flotim kepada Pos Kupang.com di ruang kerjanya Rabu (13/12/2017).

Bupati Anton menjelaskan, sejauh ini pemerintah daerah belum menegakan sungguh terhadap pelanggaran-pelanggaran terhadap perda ini.

"Yang heboh di media sosial itu sebenarnya salah sangka. Bagaimana saya melarang jual miras padahal saya menyumbang periuk untuk memasak miras," kata bupati Anton.

Operasi penertiban miras yang kemudian ramai dikomentari di media sosial, jelas bupati Anton adalah operasi kepolisian terhadap orang muda yang minum di pinggir jalan.

"Ini operasi rutin tahunan polisi. Biasanya menjelang perayaan keagamaan polisi tertibkan miras dan kita dukung," kata Bupati Anton.

Ia menjelraaskan Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang pengawasan dan pengendalian minuman alkohol mengatur penjualan miras, bukan melarangnya.

Karena selain membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat, pemerintah juga tidak bisa menutup mata ekses negatif dari peredaran miras yang sembarangan.

Halaman
12
Penulis: Felix Janggu
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved