Berita Flores Lembata Alor

Warga Sikka "Dipinggirkan" Pemilikan Kios di Pasar Alok

Penjual ubi kayu, pisang dan sayur mayur yang datang datang dari kampung berjemur di terik matahari

Warga Sikka
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Bertholomeus Anselmus memasang gembok pada kios yang semula dikelolanya, Selasa (12/12/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Pengelolaan kios-kios di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores terindikasi pilih kasih antara warga masyarakat Sikka dengan pedagang pendatang.

Warga Sikka memiliki lebih dari satu kios `ditarik' oleh badan pengelola pasar, sementara pendatang yang memiliki lebih dari satu buah kios dibiarkan membuka usahanya.

Tenyata tak hanya pemilikan kios di dalam pasar itu, los-los di pasar dikuasai pedagang pakaian bekas alias rombengan yang nota bene barang ilegal dari luar negeri.

Penjual ubi kayu, pisang dan sayur mayur yang datang datang dari kampung berjemur di terik matahari, menjajakan dagangan di emperan kios atau memasang terpal.

Perlakuan diskriminatif itu dialami Bertholomeus Anselmus pengelola kios, dan Cosmas Mademus, penjual pisang dan ubi kayu dituturkan kepada pos-kupang.com, Selasa (12/12/20017).

Ansel memiliki dua buah kios, sebuah atas nama istri dan sebuah atas namanya. Kios dikelola istrinya menjual ijuk dan dedak digembok petugas badan pengelolan pasar 28 November 2017.

"Saya dikasih waktu satu minggu. Saya datang ke badan pengelola pasar tanyakan masalah. Saya tunggak dua bulan, kalau begitu saya bayar. Dijawab bukan maslaah tunggakan, tetapi saya punya dua kios. Satunya saya buat gudang, padahal saya buka jualan setiap hari, kadang hari minggu setelah misa saya buka," ujar Ansel.

Alasan badan pengelola pasar berbeda dengan fakta ditemui Ansel. Tetangga kios disampingi kiri dan kanannya punya lebih dari dua unit kios, hanya digembok sehari kemudian dibuka kembali. Ada juga kios diduga menjadi gudang menyimpan dedak, minyak tanah tak diambilalih.(*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved