25 Tahun Gempa Flores

Tsunami Belum Terhapus dari Memori Warga Sinar Hading

Peristiwa naas 25 tahun silam itu tetap terus dikenang masyarakat. Orang tua selalu menceritakan kejadian tsunami tersebut.

Tsunami Belum Terhapus dari Memori Warga Sinar Hading
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Mama Yulia Poste Goran di Pantai Kawaliwu, Desa Sinar Hading Selasa (12/12/201). Di sekitar bangunan pasar ini dulu merupakan bekas pemukiman warga dan hancur diterjang tsunami tahun 1992. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Mama Yulia Poste Goran bersama dua putrinya bermain di Pantai Kawaliwu, Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Selasa (12/12/2017).

Lokasi tersebut merupakan salah satu pemukiman warga yang hilang disapu tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter yang menguncang Pulau Flores pada 12 Desember 1992 silam.

Pemukiman warga di sepanjang pantai utara Flores Timur kala itu tenggelam dan menelan banyak korban jiwa.

Mama Yulia sendiri ingat, saat bencana terjadi ia berada di Pulau Permaan Kabupaten Sikka. Neneknya meninggal dalam kejadian naas itu.

Karena takut terjadi bencana susulan, mama Yuliana beserta keluarganya mengungsi ke Desa Sinar Hading.

Di Sinar Hading sendiri gelombang tsunami memporakporandakan bangunan warga. Diperkirakan 300 warga Flores Timur meninggal.

"Ada 300 warga meninggal dan paling banyak di Turubean (Tanjung Bunga). Banyak bangunan rusak parah," kata Kepala Desa Sinar Hading, Dominikus Doe Liwun.

Dominikus mengatakan peristiwa naas 25 tahun silam itu tetap terus dikenang masyarakat.

Orang tua selalu menceritakan kejadian tsunami tersebut.

Halaman
12
Penulis: Felix Janggu
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help