Berita Timor Rote Sabu

Staf Dispenpora TTU Periksa Kepala Sekolah Ekafalo

setelah menerima laporan dari seorang guru SMP Satap Ekafalo, ia memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi.

Staf Dispenpora TTU Periksa Kepala Sekolah Ekafalo
(thikstockphotos)
ilustrasi rupiah 

POS KUPANG/TENI JENAHAS--Kadis Penpora TTU, Emanuel Anunut.

Laporan Reporter Pos Kupang.Com,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|KEFAMENANU--Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dispenpora) Kabupaten TTU sudah menindaklanjut laporan dari Rosina Selivian Kasenube, terkait dugaan penyelewengan dana PIP dan BOS di SMP Satap Negeri, Ekafalo.

Dinas sudah memanggil kepala sekolah, Martinus Kono untuk memberikan klarifikasi terkait laporan yang disampaikan seorang guru di sekolah itu.

Selanjutnya dinas menugaskan staf untuk memeriksa pihak-pihak yang dilaporkan untuk mengetahui kebenarannya.

"Laporan sudah kami terima dan saya sudah panggil kepala sekolah. Terus staf kami sedang melakukan pemeriksaan di sekolah untuk mengetahui kebenaran dari laporan itu," kata Kadis Dispenpora TTU, Emanuel Anunut.

Menurut Anunut, setelah menerima laporan dari seorang guru SMP Satap Ekafalo, ia memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi.

Masing-masing pihak sudah menyampaikan pokok persoalannya dan saling mempertahankan kebenaran. Oleh karena itu, dinas menggambil sikap untuk memeriksa para pihak diantaranya, kepala sekolah, bendahara dana BOS, guru, siswa, komite dan orang tua murid.

Hasil pemeriksaan itu akan menjadi bukti dan dasar bagi dinas untuk memberikan sanksi kepada pihak yang melakukan penyelewengan.

Apabila terbukti bersalah maka akan diberikan sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

Diberitakan Pos Kupang, seorang guru SMP Satap Negeri Ekafalo, Desa Oenbit, Kecamatan Insana
Rosina Selivian Kasenube melaporkan kepala sekolah dan bendahara dana BOS karena diduga melakukan penyelewengan dana PIP dan dana BOS.

Menurut Silvi, kepala sekolah diduga menyelewengkan dana beasiswa PIP tahap 1 tahun 2017 sebesar Rp 47.750.000 yang diperuntukan bagi 87 siswa. Kemudian, dana PIP tahun 2016 belum terbayar bagi delapan orang yang saat ini sudah duduk di kelas X.

Dugaan lainnya adalah pengelolaan dana BOS tidak transparan karena buku rekening dan BOS disembunyikan oleh kepala sekolah dan bendahara dana BOS. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help