PosKupang/

Berita Flores Lembata Alor

Sebastianus Amir :Kami Sengsara Terus Karena Jalan

usulan warga selalu dijawab dalam setiap rapat kalau jalan ke Elar kewenangan provinsi lalu kabupaten

Sebastianus Amir :Kami Sengsara Terus Karena Jalan
POS KUPANG/RIS
Sebastinus Amir 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM|BORONG--Sebastinus Amir alias Sebast tidak dapat menyembunyikan rasa kesal dan kecewanya ketika ditanya wartawan bagaimana kondisi jalan ke kampung halamnnya di Kecamatan Elar,Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Sebastianus warga Kampung Metik, Desa. Golo Mude, Kecamatan Elar, Kabupaten Matim mengaku harapan dan kerinduan soal jalan semakin pudar.

Pasalnya, kata Sebast, usulan warga selalu dijawab dalam setiap rapat kalau jalan ke Elar kewenangan provinsi lalu kabupaten.

"Jawaban itu sudah membuat kami bosan.Masyarakat tidak mau tahu karena masyarakat minta jalan diperbaikki. Kenapa masyarakat sudah teriak belum diperbaikki. Di tempat lain orang teriak langsung perbaikki kenapa di sini tidak. Masyarakat teriak dan semakin teriak sama saja," papar Sebast yang ditemui di Kota Borong, Kabupaten Matim, Selasa (12/12/2017) siang.

Sebast yang mengaku lelah karena baru tiba dari Elar dengan waktu enam jam membuat harus beristirahat karena badannya sakit.

"Jalan yang mulus tidak pernah kami rasakan dan nikmati.Yang kami rasakan adalah badan sakit dan kaki keram kalau mau pergi dan pulang ke Elar," ujar Sebastianus.

Ia mengatakan, kondisi jalan Bealaing-Watu Gong-Elar sudah lama rusak dan semakin rusak pada musim hujan.

"Truk yang muat penumpang selalu bawa dedak padi. Di kolong tempat duduk ada dedak padi. Penumpang truknya sedikit dedaknya lebih banyak. Bawa dedak karena musim hujan jalan longsor sehingga licin. Maka itu harus siram dedak padi biar truk bisa lewat," ujar Sebast.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help