Perkara Korupsi Proyek Garam di Sabu Raijua, Status Dua Terdakwa Belum Jelas

Soal terdakwa kasus tambak garam di Sabu Raijua ternyata nasibnya seperti ini setelah menyatakan banding

Perkara Korupsi Proyek Garam di Sabu Raijua, Status Dua Terdakwa Belum Jelas
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Panitera Muda Tipikor, Dance Sikky,S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Status dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek tambak garam di Sabu Raijua, Lewi Tandi Rura dan Nikodemus Tari sampai saat ini belum jelas.

Informasi yang diperoleh Pos Kupang, Selasa (12/12/2017), menyebutkan, dua terdakwa Lewi Tadi Rura dan Nikodemus Tari sudah divonis oleh hakim Pengadilan Tipikor Kupang pada 30 November 2017 lalu.

Terdakwa Lewi Tandi Rura dan Nikodemus Tari divonis hakim selama 6 tahun, 4 bulan dengan denda Rp 400 juta. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, yakni 18 tahun penjara.

Pada Senin 4 Desember 2017, baik JPU maupun kedua terdakwa menyatakan banding dan pada tanggal 5 Desember, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang mengirim laporan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kupang.

Tetapi sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari PT Kupang soal penahanan dari dua terdakwa tersebut.

Padahal, seharusnya setelah dilaporkan soal permohonan banding, maka Pengadilan Tinggi (PT) Kupang harus mengeluarkan penetapan status hukum terhadap kedua terdakwa.

Panitera Muda Tipikor, Dance Sikky,S.H yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima penetapan penahanan terhadap kedua terdakwa itu.

"Kami sampai saat ini belum menerima penetapan penahanan. Secara administrasi kami sudah lakukan sesuai prosedur yang berlaku, yakni melaporkan permohonan banding ke PT Kupang," kata Dance.

Untuk diketahui, proyek tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2014-2016 pada lahan sekitar 40 hektar dengan anggaran yang bersumber dari APBD Sabu Raijua senilai Rp 90 miliar.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help