Kerusakan Jalan Hotmix Halilulik-Fatubesi Akibat Faktor Alam

Bukan soal kualitas tapi itu karena faktor alam. Kita siap memperbaikinya dan tidak mungkin lari dari tanggungjawab.

Kerusakan Jalan Hotmix Halilulik-Fatubesi Akibat Faktor Alam
edy bau
Aloisius Mintura direktur PT Pundi Mas Bahagia

POS KUPANG.COM, ATAMBUA- Kontraktor pelaksana proyek pengerjaan jalan hotmix Halilulik-Fatubesi, PT Pundi Mas Bahagia (PMB) membantah jika kerusakan ruas jalan tersebut lebih dikarenakan faktor kualitas pekerjaan yang buruk. Rusaknya jalan yang menelan anggaran Rp 34 miliar itu lebih disebabkan karena faktor alam.

Direktur PT Pundi Mas Bahagia, Aloisius Mintura kepada wartawan di Atambua, Senin (11/12/2017) mengatakan, pihaknya siap memperbaiki titik ruas jalan yang rusak. Namun karena saat ini proyek masih dalam masa pengerjaan maka pihaknya lebih memilih fokus menyelesaikan sisa pekerjaan.

"Bukan soal kualitas tapi itu karena faktor alam. Kita siap memperbaikinya dan tidak mungkin lari dari tanggungjawab. Saya masih kejar untuk selesaikan dulu aspalnya baru kita perbaiki. Kita harus jaga kualitas," jelasnya.

Aloisius mengatakan, dengan sisa waktu yang masih ada dan masa pemeliharaan, pihaknya siap memperbaiki kerusakan yang ada. "Nanti kita akan cutting dan memperbaikinya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, ruas jalan hotmix Halilulik-Fatubesi yang baru selesai dikerjakan ternyata sudah kembali rusak. Pada beberapa titik terdapat aspal yang pecah dan terkelupas. Ada juga yang aspal yang kembung.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Belu, Stefanus Mau, S.Fil yang dihubungi Pos Kupang, Minggu (10/12/2017) sore mengatakan, rusaknya ruas jalan dan tembok penahan yang menelan anggaran sekitar Rp 34 miliar tersebut menimbulkan tanda tanya dan patut diragukan kualitasnya.

"Saya di Laktutus dan tadi saya lihat aspal sudah terkelupas, patut diduga kualitasnya yang tidak baik. Lalu banyak penahan yang rubuh. Saya sudah WA (Whatsapp, red) ke kadis (Kepala Dinas Pekerjaan Umum, red) minta untuk segera diperbaiki," ujarnya.

Selain itu, lanjut Stefanus, ada sebagian saluran dan penahan di wilayah Desa Nanaet dan Desa Fohoeka sudah roboh. Hal ini menyebabkan terjangan lumpur dan air longsor mengenai rumah warga. "Ada titik tertentu yang tergenang harusnya ada saluran. Juga ada ruas tertentu yang sebelumnya ada saluran ditutup dan diganti dengan penahan. Ini yang membuat limpahan air masuk ke rumah warga," katanya.

Untuk diketahui, pekerjaan ruas jalan Halilulik-Fatubesi menggunakan alokasi anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) penugasan berjumlah Rp 34.209.090.000 Tahun 2017. Proyek pekerjaan ruas jalan sepanjang 11 kilometer dikerjakan PT Pundi Mas Bahagia (PMB) tahun 2017. (roy)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help