Bola Saja Punya Hati, Goresan buat Pengurus PSSI NTT

Saya mengucapkan proficiat atas kepercayaan yang diberikan kepada pengurus baru. Dari cerita orang, dari media yang saya baca

Bola Saja Punya Hati, Goresan buat Pengurus PSSI NTT
Logo PSSI

Oleh: Isidorus Lilijawa
Komunitas Masgibol NTT

POS KUPANG.COM -- Salam sepak bola. Para pengurus PSSI NTT yang terkasih. Saya sudah mendengar hasil pemilihan Pengurus PSSI NTT yang baru, yang digelar tanggal 9 Desember 2017 di Hotel Pelangi Kupang.

Saya mengucapkan proficiat atas kepercayaan yang diberikan kepada pengurus baru. Dari cerita orang, dari media yang saya baca, saya akhirnya mengetahui bahwa pengurus baru ini kebanyakan wajah-wajah lama di organisasi ini.

Ada yang sudah 3 periode berturut-turut. Memang kelamaan juga. Tetapi setiap kepercayaan yang diberikan tentu ada maknanya. Mudah-mudahan pengurus-pengurus baru berwajah lama ini memiliki spirit baru dalam menata dan mengelola sepak bola di NTT menjadi lebih baik. Jika bola saja punya hati, saya percaya para pengurus juga mempunyai hati untuk sepak bola.

* * *
Para pengurus PSSI NTT yang saya banggakan. Di tangan anda, sepak bola NTT 4 tahun ke depan akan ditakar. Karena itu, saya sarankan bapak/ibu sekalian perlu belajar dari tata kelola PSSI NTT periode kemarin.

Adakah yang membanggakan bagi rakyat NTT pencinta sepak bola dari kehadiran dan aksi Asprov PSSI NTT periode lalu? Dari informasi yang saya dapatkan, cukup banyak yang mempertanyakan peran PSSI NTT dalam memajukan sepak bola NTT. Mereka mungkin saja berbicara banyak. Bepergian banyak. Namun, tidak berbuat banyak untuk kemajuan sepak bola NTT.

Saya yakin bapak/ibu paham persoalan krusial dan klasik sepak bola NTT. Saya bisa sebutkan beberapa, di antaranya: 1) Belum adanya fasilitas olahraga sepak bola yang memadai dan standar seperti lapangan sepak bola, dan sarana latihan lainnya;

2) Belum adanya pembinaan sepak bola usia dini (SSB) yang berkelanjutan dan dikelola dengan baik; 3) Belum adanya kompetisi sepak bola rutin untuk menemukan dan menempa para pemain lokal;

4) Para wasit dan pelatih yang kebanyakan tidak memiliki lisensi kepelatihan atau perwasitan; 5) Kepengurusan PSSI di Provinsi maupun daerah yang kental dengan budaya birokrasi dan mengabaikan pendekatan hati dan profesionalitas dalam pengelolaan sepak bola.

Itu daftar persoalan sepak bola kita di NTT. Tetapi saya ragu, apakah itu juga menjadi persoalan bapak/ibu yang mengurus sepak bola periode kemarin? Mari kita coba bedah satu per satu. Apa yang sudah pengurus PSSI NTT buat untuk menghadirkan fasilitas dan lapangan sepak bola yang standar dan memadai?

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help