Pemda Ende Diminta Perjuangan Nasib Honorer

Ini permintaan forum pegawai honorer di Kabupaten Ende yang meminta agar nasib mereka diperjuangkan

Pemda Ende Diminta Perjuangan Nasib Honorer
Pos Kupang/Romualdus Pius
Ketua Forum Honorer Kabupaten Ende, Ustad Zamroni 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Pemda Ende diminta untuk memperjuangkan keberadaan tenaga honorer baik tenaga guru maupun tehknis lainnya yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan status sebagai PNS.

Pemerintah diminta untuk mengusulkan kepada pemerintah pusat agar keberadaan tenaga honorer yang tersisa bisa segera diproses menjadi PNS.

Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Honorer Kabupaten Ende, Ustad Zamroni kepada Pos Kupang, Senin (11/12/2017) di Ende menanggapi wacana adanya rencana dari pemerintah pusat yang hendak membuka test CPNS di tahun 2018.

Ustad Zamroni mengatakan bahwa pihaknya mendengar bakal ada test CPNS di tahun 2018 maka dia berharap agar pemerintah memberikan kesempatan kepada tenaga honorer untuk bisa diproses menjadi CPNS.

Untuk itu dia meminta kepada Pemda Ende untuk memberikan kesempatan kepada honorer agar bisa segera diproses menjadi PNS kepada pemerintah pusat.

Diharapkan kepada Pemda Ende untuk memberikan data-data yang valid terkait dengan keberadaan tenaga honorer kepada pemerintah pusat sehingga dengan demikian tenaga honorer yang diproses adalah tenaga honorer yang memang benar telah lama mengabdi bukan tenaga honorer siluman atau yang baru bekerja.

Ustad Zamroni mengatakan, berdasarkan informasi yang dia terima dari forum honorer pusat dan koordinasi dengan sesama honorer di seluruh Indonesia menyebutkan bahwa pemerintah pusat bakal mengangkat tenaga honorer di tahun 2018 untuk menjadi PNS.

Untuk itu dia berharap agar apa yang diwacanakan tersebut bisa menjadi kenyataan tidak sekedar janji-janji manis yang tidak ditepati.

Menurut Ustad Zamroni apabila tidak juga diangkat pada tahun 2018 mendatang maka seluruh honorer di tanah air juga akan mempertimbangkan keikutsertaan mereka pada Pilpres di tahun 2019.

Hal tersebut sudah dibicarakan dalam pertemuan forum honorer seluruh Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pria yang mengaku sebagai honorer sejak 1999 dan secara resmi menjadi tenaga honor tahun 2004 mengatakan bahwa saat ini dia dan seluruh tenaga honorer di seluruh Indonesia cukup bersabar menghadapi janji-janji pemerintah. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved