Peringati Hari Anti Korupsi Internasional, Gita Menangis Saat Berpidato

Dalam memperingati hari Anti Korupsi Internasional 2017, Kejari Sumba Timur melaksanakan berbagai kegiatan.

Peringati Hari Anti Korupsi Internasional, Gita Menangis Saat Berpidato
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Gita Sari Yemima Indah Kihi sedang menyampaikan pidato. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Dalam memperingati hari anti korupsi Internasional pada tanggal 9 Desember 2017, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur melaksanakan berbagai kegiatan, yakni memberikan sosialisasi kepada para siswa SMA tentang pencegahan korupsi dan juga melaksanakan lomba bertopik 'Korupsi'.

Kedua kegiatan inj berlansung di Aula Kejari Sumba Timur, Jumat (8/12/2017).

Dalam kegiatan sosialisasi tentang pencegahan korupsi tersebut, Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur, Oder Max Sombu, SH, MH, MA meminta kepada para siswa SMA agar tidak boleh menipu atau membohongi orang tua sejak kecil.

Para peserta lomba pidato korupsi dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Para peserta lomba pidato korupsi dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. (POS KUPANG/ROBERT ROPO)

"Jangan adik-adik  dari kecil kamu berbohong kepada orang tua. Kalau orang tua kasih uang untuk beli sabun lifebouy dengan harga Rp 3.000 dengan kasih uang sebesar Rp 5.000 kamu pergi belanja bilang sabun itu sudh Rp 5.000, supaya kamu dapat yang lainnya," ungkap Sombu.

Sombu mengatakan, perilaku seperti itu juga merupakan perilaku korupsi, sehingga diminta agar jangan terbiasa mulai menipu orang tua sejak kecil, sebab ini berpengaruh hingga sampai pada pekerjaan di saat nanti besar.

Sombu juga meminta kepada para siswa SMA agar menolak dan anti terhadap perilaku korupsi.

Sementara dalam pidato bertopik Korupsi tersebut hanya dilombakan untuk tiga orang siswa dari SMA Kristen Payeti Waingapu.

Ketiga orang peserta lomba tersebut atas nama Indah Permata Sari Laki Ruda, Gita Sari Yemima Indah Kihi, dan Maria Betrix Malo Ina Sai dan berhasil meraih juara 1.

Indah Permata Sari Laki Ruda, juara II Gita Sari Yemima Indah Kihi, dan Maria Betrix Malo Ina Sai meraih juara III.

Dalam pidato tentang Korupsi Gita Sari Yemima Indah Kihi tampak menangis saat menyebut kata 'korupsi'.

Menangisnya Gita siswa SMA Kristen Payeti tersebut membuat peserta yang hadir dalam ruangan itu tertunduk dan menghibah.

Kajari Sumba Timur, Oder Max Sombu (kanan) sedang berpidato dalam rangka hari Anti Korupsi Internasional 2017.
Kajari Sumba Timur, Oder Max Sombu (kanan) sedang berpidato dalam rangka hari Anti Korupsi Internasional 2017. (POS KUPANG/ROBERT ROPO)

"Menurut saya, juga pendidikan di Indonesia tak maju karena korupsi sangat-sanga miris. Bagi kalian para pengorupsi silakan teruskan hidup kalian. Setelah ini AC kalian semakin dingin bangku kalian juga semakin empuk, biarkanlah punggung-punggung generasi penerus bangsa yang kurang mampu membayar uang sekolah, harus tercekik oleh tingginya biaya kehidupan." Ini penggalan kalimat Pidato Gita yang berjudul 'pelajar anti korupsi' yang membuat Gita menangis.

Gita usai mengikuti kegiatan itu kepada Pos Kupang mengaku senang bersama teman-temanya bisa mendapatkan wawasan anti korupsi dari pihak Kejari Sumba Timur, sebab selama ini mereka belum memahami betul apa itu korupsi. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help