KSP TLM GMIT, Koperasi Primer Tingkat Nasional Pertama dari NTT, Profilnya Mencengangkan

Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) adalah bagian dari Grup Tanaoba Lais Manekat (Grup TLM)

KSP TLM GMIT, Koperasi Primer Tingkat Nasional Pertama dari NTT,  Profilnya Mencengangkan
DOKUMEN KSP TLM
DI PANTAI LOVINA--Rombongan Kepala KSP TLM yang mengikuti peresmian Kantor Cabang KSP TLM Cabang Buleleng, di Hotel Banyualit, Lovina-Singaraja, Kabupaten Buleleng, Selasa (21/11/2017), pose bersama di Pantai Lovina, Singaraja. 

POS KUPANG.COM- Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) adalah bagian dari Grup Tanaoba Lais Manekat (Grup TLM) yang didirikan di bawah payung Yayasan Tanaoba Lais Manekat-GMIT.

Grup Tanaoba Lais Manekat terdiri dari empat lembaga, yaitu KSP TLM, Bank TLM, Yayasan TLM, Koperasi Konsumen TLM. Yayasan TLM GMIT sendiri didirikan oleh Gereja Masehi Injili di Timor tahun 1994.

KSP TLM (sebelumnya KSU TLM) berdiri pada tahun 2010, dengan akte pendirian No: 5, tanggal 15 Februari 2010 dan Badan Hukum nomor 04/BH/XXIX/III/2010, tanggal 18 Maret 2010.

Pada tahun 2013, terjadi perubahan Anggaran Dasar dari KSU TLM menjadi KSP TLM dengan Akte No. 7 tanggal 26 Agustus 2013 dan berubah status dari Koperasi Primer Tingkat Provinsi menjadi Koperasi Primer Tingkat Nasional dengan Pengesahan Menteri Koperasi dan UKM nomor 176/PAD/M.
KUKM.2/XI/2013 dengan Izin Usaha Simpan Pinjam nomor 230/SSI{/Dep.1/XII/2013.

* Visi: Menjadi lembaga yang terpercaya profesional dan tangguh yang penduli pada orang miskin.

* Misi : Menyatakan shalom Allah dengan memberdayakan masyarakat miskin, usahawan mikro dan kecil di Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

KSP TLM dibentuk sebagai alat kemanusiaan untuk melakukan pemberdayaan ekonomi anggota masyarakat. Sasaran utama dari KSP TLM yaitu kaum perempuan yang menjalankan usaha mikro di desa-desa, tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan.

Program Utama KSP TLM yang dijalankan di seluruh kantor cabang di Indonesia yaitu Program SeSaMa, PerSekutuan uSaha bersaMa. Program SeSaMa dijalankan dengan pendekatan kelompok yaitu 10-30 anggota perempuan. Perempuan ini umumnya menjalankan usaha mikro seperti berjualan sayur, ikan, kue atau kios kecil.

Anggota SeSaMa wajib bertemu setiap minggu selama kurang lebih satu jam di desa tempat tinggal mereka. Dalam pertemuan mingguan ini, anggota melakukan transaksi keuangan seperti menyetor cicilan pinjaman, menabung untuk kebutuhan anak dan rumah tangga, serta mendapat pelatihan sederhana.

Melalui program SeSaMa, selain mengembangkan usaha dengan pinjaman modal kerja dan menabung, kaum perempuan dapat belajar berorganisasi, bekerja sama dan menjadi pemimpin,.

Halaman
12
Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved