PosKupang/

Tingkat Partisipasi Perempuan NTT di Bidang Politik Semakin Meningkat

Ini alasannya mengapa dibentuk forum perempuan cendekiawan (FPC) di Nusa Tenggara Timur

Tingkat Partisipasi Perempuan NTT di Bidang Politik Semakin Meningkat
Pos Kupang/Andri Atagoran
Ketua panitia Pertemuan Raya Perempuan NTT, dr Yunike Anita Mita menyampaikan laporan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Puluhan peserta dari Forum Perempuan Cendikiawan (FPC) mengikuti pertemuan raya perempuan NTT di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi NTT, Kupang, Kamis (7/12/2017).

Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka konsolidasi perjuangan perempuan dalam bidang politik.

Ketua panitia kegiatan, dr Yovita Anike Mitak mengatakan, beberapa nama perempuan yang muncul dalam hajatan pilkada Provinsi NTT menunjukan tingkat partisipasi perempuan NTT di bidang politik semakin baik.

"Ada ibu Lusia Adinda Lebu Raya, ada ibu Emi Nomleni ini menunjukan keterwakilan perempuan di bidang politik dan perjuangan hak-hak perempuan NTT di bidang politik semakin menunjukan titik terang," kata Staf Ahli Gubernur NTT Bidang SDM tersebut.

Forum Perempuan Cendikiawan NTT digagas oleh beberapa aktifis perempuan yang merasa perlu adanya pengembangan ruang bagi perempuan NTT untuk memperoleh hak perempuan di bidang politik.

"Ruang Ini juga berfungsi mengidentifikasi tantangan perempuan dalam pembangunan, khususnya perempuan NTT di masa yang akan datang," kata Yunike.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni mengatakan, pertemuan ini merupakan forum strategis di mana ada ruang untuk sharing bersama dalam memperjuangkan hak-hak perperempuan terutama di bidang politik.

"Berbicara soal politik tidak sekedar memperoleh kekuasaan atau jabatan tertentu, tetapi juga bagaimana kita menyalurkan aspirasi dari kelompok tertentu kepada pemegang kekuasaan untuk membuat keputusan," kata Benny.

Benny menambahkan, porsi perempuan di bidang legislatif sebesar 30% sejauh ini belum tercapai.

"Peran perempuan sejauh ini masih hanya sebatas kepengurusan di struktur kepartaian," kata Benny.

Selain itu, lanjut Benny, pemerintah NTT secara bertahap selalu memberikan kesempatan kepada perempuan NTT untuk menempati jabatan-jabatan strategis di eksekutif.

"Kesempatan selalu diberikan kepada perempuan untuk menjabat pimpinan eselon dua dan tiga tetapi juga perlu mempertimbangkan kemampuan secara kompetensi," kata Benny.

Benny berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi Pemprov NTT.

Hadir sebagai pembicara utama dalam pertemuan tersebut adalah anggota DPD RI Perwakilan Provinsi NTT, Abraham Paul Liyanto dan aktifis perempuan senior NTT, Prof Mia Patty Noah. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help