PosKupang/

Perdaki Kejar Mantan Pasien TB di TTS

Ini tujuannya mengapa, dinas kesehatan TTS mencari tahu mantan pasien Tuberculosis

Perdaki Kejar Mantan Pasien TB di TTS
pos kupang/ant/reuters
Ilustrasi: paru-paru yang terkena penyakit menular TBC (ANTARA News/ Reuters)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Novemy Leo

POS KUPAMG.COM, SOE - Perdaki terus mengejar mantan pasien Tuberculosis (TB) yang ada di wilayah Kabupaten TTS. Hal ini dilakukan agar bisa lebih dini mendeteksi penyebaran TB di masyarakat.

"Jika kami melakukan kegiatan di desa kami akan kejar mantan pasien TB. Hal ini dilakukan agar bisa mengetahui kondisinya. Sekaligus bisa mengetahui kondisi keluarga pasien atau melakukan penjaringan kasus TB," kata Koordiantor program, Perdaki Kabupaten TTS, Johan Fernandes, S.Fil, Rabu (5/12/2017) pagi.

Johan mengatakan, sejak Maret 2017 lalu, Perdaki mulai membantu dinas kesehatan dalam penjaringan kasus TB.

Keenam Puskesmas itu yakni Puskesmas Kota di SoE, Puskesmas Nule di Amanuban Barat, Puskesmas Niki-niki di Amanuban Tengah, Puskesmas Siso di Molo Selatan, Puskesmas Kapan di Molo Utara, dan Puskesmas Panite di Amanuban Selatan.

"Kami mengintervensi di enam puskesmas. Untuk sementara pencapaian hingga Bulan Oktober 2017 terdapat 563 suspect atau gejala TB. Dan yang positif TB ada 157 kasus," kata Johan.

Setelah menemukan pasien, penanganan selanjutnya akan dilakukan oleh puskesmas terkait.

Johan berharap pihak dinas kesehatan bisa lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit TB. Agar supaya pemahaman masyarakat bisa lebih baik tentang TB.

"Selama ini masyarakat hanya takut pada virus HIV/AIDS.
Padahal penyakit TB jauh lebih berbayara resiko penularannya ketimbang HIV/AIDS," kata Johan.

Lebih lanjut Johan berharap masyarakat juga bisa pro aktif ke puskesmas untuk memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu.

"Jika sudah batuk berdahak lebih dari dua minggu diikuti gejala tambahan, seperti napsu makan berkurang, berat badan menurun, keringat di malam hari, maka gejala itu harus diwaspadai. Segera periksakan diri ke puskesmas," saran Johan.

Menurut Johan, TB musah sekali menular. Jika satu orang dirumah terkena TB maka satu rumah bisa ikut terkena TB. Sebab TB gampang menular melalui udara.

"Satu kali penderita TB bersin, bisa mengeluarkan jutaan kuman dari mulutnya itu," kata Johan. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help