PosKupang/

Perawat Harus Melayani Pasien Tanpa Pandang Bulu

Setelah diambil sumpah, seorang perawat harus melayani seorang pasien tanpa pandang bulu

Perawat Harus Melayani Pasien Tanpa Pandang Bulu
Pos Kupang/Egy Moa
Perawat program pendidikan profesi ners dan diploma tiga Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, mengikuti sumpah profesi di Auditorum Nawacita,Kamis (7/12/2017) 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Hari Kamis (7/12/2017), 60 orang tenaga perawat program pendidikan profesi ners dan diploma tiga Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores diangkat sumpah profesi.

Kepada tokoh umat beragama Katolik, Islam dan Protestan, para perawat berjanji melayani semua pasien tanpa pandang bulu membedakan asal-usul suku, agama dan ras.

Dalam menjalankan tugas, mereka selalu menjunjung tinggi sumpah profesi.

Pengambilan sumpah dipimpin Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Propinsi NTT, dihadiri Rektor Unipa, Ir. Angelinus Vincentius,M.Si, Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Yayasan Nusa Nipa, Drs. Sabinus Nabu, Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr.Cornelis Kodi Mbete, dan undangan.

Wakil perawat, Yohanes Jefri mengatakan ilmu pengetahuan yang didapat selama kuliah tidak cukup menjalankan tugas, masih diperlukan hari nurani, sebab yang dihadapinya sesama manusia.

"Kita harus memberi rasa aman kepada pasien dan keluarganya. Kita hadir diambil sumpah dilihat sesama perawat dan masyarakat sesuai dengan tanggungjawab yang akan kita pikul menuju perawat profesional dan taat kode etik," kata Yohanes.

Yohanes mengajak sesama rekannya melakukan hal-hal yang terbaik dan benar serta menjauhi hal-hal yang jahat menjalankan tugas.

Rektor Unipa, Angelinus Vincentius, menjelaskan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan menaungi program studi D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan dan program ners telah diakreditasi B oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) PTS.

Fakultas ini menjadi primadona Unipa dikelola 41 tenaga magister, bermula dari Akademi Keperawatan berlokasi di eks RSUD dr.T.C.Hillers, berubah menjadi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan pada 2005.

"Semua perawat diangkat sumpah menjadi perawat sejati berhak mendapat sertifikat sebagai syarat masuk lapangan kerja. Unipa telah melahirkan tenaga perawat profesional patuh pada tugas dan semua regulasi. Mereka siap hadapi tantangan bekerja secara profesional," tandas Angelinus.

Ia menegaskan, tantangan bagi sarjana dan diploma keperawatan makin berat dan beda sarjana lainnya. Sebelum masuk di lapangan kerja,perawat wajib mengikuti ners. Kemudian ners harus ikut ujian kompetensi, STR baru bisa melamar pekerjaan.

"Tuntutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), perawat harus bisa bicara Bahasa Inggris dan mampu adaptasi dengan lapangan kerja. Saya minta perawat wajib hukum tersenyum kepada pasien, cuci tangan secara benar, hati-hati bekerja agar tidak muncul malpraktek," imbau Angelinus. (*)

Penulis: Eugenis Moa
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help