PosKupang/

Lulusan Perawat NTT Terbentur Lapangan Kerja

Berkaitan dengan data lulusan perawat, hal ini yang perlu dikaji lebih jauh dan butuh bantuan pusat

Lulusan Perawat NTT Terbentur Lapangan Kerja
Pos Kupang/Egy Moa
Perwakilan perawat program pendidikan profesi ners dan diploma tiga Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, diangkat sumpah profesi di Auditorum Nawacita, Kamis (7/12/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Profesi tenaga keperawatan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihadapkan kepada tantangan lapangan pekerjaan sangat terbatas di sektor pemerintah dan swasta.

Lapangan kerja yang tersedia tak seimbang dengan perawat yang disumpah setiap tahun sekitar 600-700 orang.

"Dari beberapa perguruan tinggi di NTT, setiap tahun sekitar 600-700 orang yang disumpah. Tamatan dari luar (NTT) sekitar 300-400 orang atau sekitar 1.000 orang per tahun," ujar Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) NTT, Aemilinus Mau.

Ia mengatakan itu saat melantik 60 perawat program pendidikan profesi ners dan diploma tiga Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, Kamis (7/12/2017).

Aemilianus meyakini, terbuka peluang pengangguran perawat di kemudian hari. Ia mengharapkan lulusan perawat juga terserap di sektor kerja yang lainnya.

Ia membeberkan nasib 3.470 perawat honorer bekerja pada fasilitas kesehatan milik pemerintahan, jumlah itu belum termasuk yang bekerja di lembaga swasta.

Usia kerja mereka rata-rata lima tahun ke atas, bahkan ada yang hendak memasuki pensiun masih honor.

PPNI pusat dan daerah, kata Aemilianus, telah mengadvokasi ke Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan RI.

Diharapkannya ada perhatian pemerintah pusat pada 2018.

Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Yayasan Nusa Nipa, Drs. Sabinus Nabu, mengharapkan lulusan perawat Unipa terus mengasah profesionalisme dan menjaga nama baik almater.

Permintaan perawat bukan hanya memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negri.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Cornelis Kodi Mete, tenaga kesehatan di NTT masih dibutuhkan, apalagi sebagai daerah kepulauan jumlahnya masih kurang.

Usaha pemerintah membebaskan masyarakat dari penyakit menular dan tidak menular terus dilakukan harus didukung tersedianya tenaga kesehatan.

"Temukan penderita penyakit tubercolosis (TBC) dan dan obati mereka. Kita dorong masyarakat sekitar, pemerintah desa ikut terlibat di dalamnya. Di pedesaan, orang-orang dari perguruan tinggi sangat berperan dan masih didengar suaranya," ujar Cornelis. (*)

Penulis: Eugenis Moa
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help