PosKupang/

Kok Bisa Seperti Ini! Penyaluran Bantuan Bibit di Lakekun, Malaka Tanpa Melalui Desa

Biasanya, bantuan yang disalurkan ke desa melalui pemerintah desa. Lain dengan yang terjadi di Desa Lakekun Barat

Kok Bisa Seperti Ini! Penyaluran Bantuan Bibit di Lakekun, Malaka Tanpa Melalui Desa
Pos Kupang/Dion Kota
Nampak suasana rapat koordinasi dalam rangka menyukseskan RPM di Desa Lakekun Barat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | BETUN - Kepala Desa Lakekun Barat, Maternus Luan menyesalkan bantuan bibit dari Dinas Pertanian Kabupaten Malaka yang disalurkan kepada warga Desa Lakekun Barat tanpa sepengetahuan pemerintah desa.

Ia mengatakan, setiap bantuan yang disalurkan seharusnya sepengetahuan pemerintah desa.

Hal ini diungkapkan Maternus Luan usai rapat sosialisasi dalam rangkap menyukseskan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) di kantor desa Lakekun barat, Kamis ( 7/12/2017) pagi.

Ia mengetahui adanya bantuan bibit jagung RPM dari masyarakat penerima bantuan. Ia meminta ke depan, bantuan dari Dinas Pertanian harus sepengetahuan pemerintah desa.

Hal ini dimaksudkan, agar petani yang tidak menerima bantuan RPM bisa dibantu menggunakan dana desa.

"Mereka (dinas pertanian) datang Salurkan Bantuan langsung ke kelompok tani. Kami pemerintah desa tidak tahu. Seharusnya, pembagian bantuan itu sepengetahuan kami, agar kami juga punya data petani yang sudah dapat bantuan RPM. Hal ini dimaksudkan agar jika kami memberikan bantuan yang bersumber dari dana desa, tidak terjadi pendobelan," ungkap Maternus dengan nada kesal.

Terkait pelaksanaan program RPM di desa Lakekun barat, Maternus menjelaskan, komoditi padi sawah dan jagung menjadi fokusnya.

Nampak suasana rapat koordinasi dalam rangka menyukseskan RPM di Desa Lakekun Barat
Nampak suasana rapat koordinasi dalam rangka menyukseskan RPM di Desa Lakekun Barat (Pos Kupang/Dion Kota)

Untuk padi sawah, desa lakekun memiliki 520 Ha lahan potensial, sedangkan untuk jagung, ada 320 Ha lahan kering potensial. Untuk musim tanam I, desa Lakekun barat mendapatkan jatah balik lahan seluas 25 Ha.

Dari jatah tersebut, realisasi di lapangan mencapai 28 Ha khusus untuk tanaman jagung. "Kalau bantuan bibit dan pupuk RPM saya tidak punya datanya, karena pembagiannya tidak melalui pemerintah desa. Tetapi saya katanya ada petani yang dapat bantuan benih jagung, berapa banyak itu saya tidak tahu. Kalau benih padi, saya tidak tahu ada bantuan atau tidak. Selama ini para petani swadaya sendiri untuk benih, pupuk dan obat-obatannya. Ke depan sesuai komitmen yang sudah kami bangun bersama, rapat koordinasi akan dilakukan setiap bulan," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help