PosKupang/

KDPTDT dan Transmigrasi Bangun KEK di Sumba Timur

Kementrian daerah tertinggal ternyata masih melirik Kabupaten Sumba Timur. Simak berita berikut

KDPTDT dan Transmigrasi Bangun KEK di Sumba Timur
Pos Kupang/Robert Ropo
Peserta sedang serius mendengarkan tentang sosialisasi Kawasan Ekonomi KHusus KEK di Waingapu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDT dan Transmigrasi) RI membangun kawasan ekonomi khusus (KEK ) di kabupaten Sumba Timur.

Lokasi KEK tersebut di Kota Kawau dan Matawai Katinga di kecamatan Kangahu Eti, kabupaten setempat.

Staf ahli Menteri bidang pengembangan Ekonomi Lokal KDPDT dan Transmigrasi RI, Ratna Dewi Andriati ketika ditemui Pos Kupang usai kegiatan sosilisasi Rencana teknis Satuan pemukiman ijin pelaksanaan Transmigrasi dan KEK yang berlansung di ruang rapat bupati Sumba Timur, Kamis, (7/12/2017) mengatakan, pembangunan KEK di Sumba Timur memiliki potensi sumber daya alam yang tersembunyi yang cukup luar biasa.

Meskipun wilayah Suma Timur kelihatan tandus namun punya potensi untuk bisa diolah dimana kelihatan batu namun dibalik batu ada tanah yang baik.

Selain potensi SDA-nya cukup baik dan juga pariwisata Sumba Timur sangat bagus meskipun pariwisatanya masih lokal dan masih baru belum dikelola dengan baik namun harapannya agar melalui dana desa bisa dikelola menjadi desa wisata yang nantinya akan dikelola oleh BUMDes.

Andriati juga menjelaskan, pihaknya datang di Sumba Timur untuk menyelesaikan kerja sama antara kegiatan Transmigrasi di Sumba Timur dengan PT. Muria Sumba Manis (MSM) yang akn membangun keibun tebu di kabupaten tersebut.

Katanya, dari sisi Transmigrasi itu ada kebijakan bahwa PT.MSM boleh bekerja sama dengan program Tranmigrasi asalkan lahan hak pengelolaan tersebut diberikan kepada masyarakat transmigran bahkan menjadi hikmah bagi masyarakat itu sendiri.

"Jadi karena lahan berbatuan maka PT.MSM akan mengelola lahan tersebut dengan teknologi canggihnya, masyarakat akan menjaga kebun tanaman tebu tersebut demi meningkatkan ekonomi masyarakat transmigran itu sendiri," kata Andriati. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help