PosKupang/

Guru SMP Satap Ekafalo Desak Bupati TTU Copot Kepala Sekolah dan Bendahara BOS

Ini alasannya mengapa guru Satap Ekafalo desak Bupati TTU untuk copot kepala sekolah dan bendahara BOS

Guru SMP Satap Ekafalo Desak Bupati TTU Copot Kepala Sekolah dan Bendahara BOS
Net
Ilustrasi

Tetapi dalam laporan kepala sekolah dan bendahara, dana BOS sudah digunakan untuk melengkapi fasilitas di sekolah. Hal ini membuat guru-guru curiga dengan kepala sekolah dan bendahara dana BOS.

Kepala sekolah SMP Satap Negeri Ekafalo, Martinus Kono belum berhasil dikonfirmasi karena handphone dalam kondisi tidak aktif.

Sementara bendahara BOS SMP Satap Negeri Ekafalo, Yohanes Boas yang dikonfirmasi Pos Kupang membatah dugaan penyelewengan dana BOS di sekolah itu.

Boas menjelaskan, setelah pencairan dana BOS triwulan kedua, ia mengalami duka sehingga pengadaan ATK di sekolah dan pembayaran hak-hak guru belum terbayarkan. Pembayaran dilakukan setelah ia masuk sekolah.

Tujuh hari kemudian ia masuk sekolah. Lagi-lagi saat ia masuk sekolah, Boas mengalami duka lagi sehingga ia menunda lagi pengadaan fasilitas di sekolah.

Bersamaan dengan itu, tahun ajaran baru terjadi penambahan siswa baru menjadi lima rombel sehingga terjadi kekurangan fasilitas seperti papan white board, boardmaker, kursi dan meja.

Menurut Boas, kekurangan ATK itu dianggarkan dalam dana BOS triwulan ketiga sesuai RKA. Dana BOS triwulan tiga, lanjut Boas sudah dicairkan tanggal 14 November 2017 sehingga langsung digunakan untuk pengadaan ATK dan saat ini fasilitas itu sudah ada di sekolah.

SMP Satap Negeri Ekofalo berdiri sejak tahun 2007 dan Kepala sekolah Martinus Kono menjabat sejak tahun 2015. Kasus dugaan penyelewengan dana PIP dan dana BOS ini mulai terjadi tahun 2015. (*)

Penulis: Teni Jehanas
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help