Seorang Warga Bajawa Ditangkap di Ende, Hendak Mengirim Sejumlah Wanita ke Surabaya

Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Sujud Alif mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (5/12/2017) di Ende.

Seorang Warga Bajawa Ditangkap di Ende, Hendak Mengirim Sejumlah Wanita ke Surabaya
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Tersangka perekrut tenaga kerja ilegal, Agustinus B. Reo diserahkan kepada jaksa di Kejari Ende, Selasa (5/12/2017). 

Baca: Politisi Gerindra Prediksi Nasib Jokowi Bakal Sama dengan Ahok

Namun, ujar Iptu Sujud Alif, 7 orang tersebut tidak memiliki kelengkapan administrasi sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah.

7 orang wanita itu yang dua diantaranya masih dibawah umur hanya dijanjikan oleh Gusti untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya.

Baca: Jusuf Kalla Sebut NTT Daerah yang Sulit Berkembang Pariwisatanya

Begitupun dengan Gusti, orang yang membawa 7 orang wanita itu juga tidak memiliki kelengkapan administrasi sebagai pihak yang berwewenang untuk melakukan perekrutan tenaga kerja dari pemerintah.

“Yang berwenang merekrut tenaga kerja adalah lembaga yang memiliki kewenangan dan telah mengantongi ujin dari pemerintah bukan dilakukan oleh orang secara pribadi. Hal tersebut sudah menjurus kepada tindakan kriminal yakni perdagangan orang,”kata Iptu Sujud Alif.

Pasca ditemukan di Pelabuhan Bung Karno, ujar Iptu Sujud Alif, tersangka Gusti langsung diamankan polisi di Polres Ende, sedangkan para korban dipulangkan ke Bajawa setelah sempat diambil keterangan oleh polisi.

Baca: Pilot Lion Air Simpan Sabu di Dompet

Dalam keterangan kepada polisi para korban mengaku bahwa mereka dijanjikan oleh Gusti untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya dengan gaji rata-rata Rp 1,5 Juta sebulan serta setiap bulan dinaikkan gajinya sebesar Rp 100 ribu.

KBO Reskrim, Ipda Boby, menambahkan bahwa atas perbuatannya tersangka disangka melanggar UU No 21 tahun 2007 pasal 2 ayat 1 tentang tindan pidana perdagangan orang dengan ancaman kurungan selama 15 tahun dan denda sekurang-kurangnya Rp 120 Juta dan sebanyak-banyaknya Rp 600 Juta.

Baca: Ibu-Ibu di Lembata Makin Mengerti tentang Pentingnya Hidup Sehat

Menyikapi kejadian itu, polisi meminta kepada warga untuk berhati-hati ketika hendak mencari pekerjaan di luar daerah diharapkan agar dapat melalui lembaga resmi baik pemerintah dan swasta agar tidak menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved