PosKupang/

Pilgub NTT

Pengamat: Partai Politik Main Petak Umpet Politik

pertarungan saat ini bukan soal kualitas figur tapi soal siapa yang jika ditetapkan akan menjadi berpeluang karena faktor sentimen.

Pengamat: Partai Politik Main Petak Umpet Politik
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM | KUPANG - Pengamat politik Fisip Unwira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona, mengatakan k di NTT saat ini sedang bermain petakpet politik.

"Fenomena ini dalam bacaan saya, secara simbolik sedang memperlihatkan ada semacam "permainan petak umpet politik" antar partai politik di pusaran Pilgub NTT kali ini. Maksudnya adalah bahwa hampir smua poros koalisi tersisa, selain Gerindra dan PAN, masih saling tunggu, untuk kemudian memutuskan opsi mana yang akan meraka pakai," ungkap Rajamuda, ketika dihubungi Pos Kupang, Senin (4/12/2017).

Baca: Kajari Sumba Timur Tahan Dua Tersangka Korupsi Dana Desa Tahun 2016

Ia mencontohkan pecahnya koalisi Nasdem dan Golkar yang mengusung Jacky Ully-Melki Laka Lena serta BKH-Beny Litelnony menjadi bukti masih mencari figur yang tepat dan koalisi yang cocok.

"Contohnya adalah, pecah kongsi antara BKH dan Benni Litelnoni. Juga Jecky Ully- Melki Laka Lena,adalah bukti bahwa formasi tempur semua partai bersama koalisi mereka masih akan selalu berubah sesuai perubahan komposisi calon dari poros Politik lainnya yang jadi lawan meraka. Karena bagi para elit Partai di NTT, variabel basis dukungan berbasis sentimen suku dan agama sudah menjadi sebuah mitos yang mereka percaya. Sehingga mereka harus menghitung semuanya itu sebelum menetapkan calon meraka," jelas Bataona.

Ia mengatakan, pertarungan saat ini bukan soal kualitas figur tapi soal siapa yang jika ditetapkan akan menjadi berpeluang karena faktor sentimen.

Baca: VIDEO: KPU NTT Gelar Pleno Penyerahan Syarat Dukungan Balon Perseorangan

"Jadi ini bukan soal kualitas lagi tapi sudah soal siapa yang jika ditetapkan, akan paling berpeluang menang kare faktor sentimen tadi. Ini yang menurut saya, masih dipercaya para elit sebagai hal yang sangat krusial menentukan hasil akhir pertarungan politik 2018. Apabila lawan meraka menetapkan paket calon A atau B, maka partai harus responsif dengan memutuskan paket calon tertentu yang paling berpeluang untuk menang. Inilah mengapa, waktu penetapan di semua poros politik terus diundur hingga saat ini. Padahal aksi saling tunggu tersebut telah membuat publik NTT bosan," ungkap Rajamuda.

Ia mengaku, secara politis, itu memang bagian dari strategi. Tapi dalam hal pendidikan politik, ini buruk. Karena sekaligus mengkonfirmasi kualitas kaderisasi dan kepercayaan diri partai politik di NTT dalam menghadapi Pilgub.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help